Sekilas Jatim: Viral Perobohan Rumah-Penjual Bubur Jago Berbahasa Jepang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 22:08 WIB
Rumah di Ponorogo Viral Usai Dirobohkan Anak Kandung
Rumah yang dirobohkan anak gegara ibu belum bayar utang/Foto file: Charolin Pebrianti
Surabaya -

Ada beberapa berita di Jatim yang hari ini menjadi isu utama. Seperti soal perobohan rumah di Ponorogo dan soal penjual bubur di Surabaya yang jago berbahasa Jepang.

Berikut rangkuman beritanya:

Viral Rumah Dirobohkan Anak Gegara Ibu Belum Bayar Utang, Ini Faktanya

Rumah yang dibangun Kalam di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo dirobohkannya sendiri dengan alat berat. Perobohan rumah seluas 70 meter persegi itu viral di medsos.

Kades Tumpuk Imam Sulardi mengatakan kasus ini sebenarnya sudah banyak yang tahu. Pihak desa bahkan sudah berusaha memediasi antara pihak yang terlibat.

"Mediasi sudah dilakukan tiga kali," ujar Imam kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Imam mengatakan tanah tempat rumah itu berdiri merupakan tanah warisan keluarga besar Kasmi. Namun rumah yang berdiri di atasnya merupakan rumah yang dibangun Kalam. Dana membangun rumah itu berasal dari hasil kerja istri Kalam saat menjadi TKW di Ponorogo.

"Bangunan rumah ini berdiri di atas lahan warisan keluarga besar. Pak Kalam ingin menjual rumah saja, karena tanah milik keluarga tidak dijual," jelas Imam.

Imam menjelaskan keluarga besar tidak mengizinkan tanah tersebut disertifikat atas nama Kalam. Karena memang tanah itu tidak dijual. Karena saat itu tak menemui titik temu, Kalam pun tak menempati rumah itu selama empat tahun.

"Akhirnya Kalam pun ikut istrinya pulang ke Trenggalek sejak empat tahun lalu," imbuh Imam.

Rumah tersebut, lanjut Imam, sempat ditinggali oleh pamannya, Marji dan istrinya Dami. Saat itu, Marji sebenarnya ingin membeli rumah tersebut. Namun Kalam meminta harga Rp 70 juta.

Sedangkan Marji hanya mampu Rp 60 juta. Marji pun meminta bantuan kepada Kasmi, ibu Kalam, untuk membujuk anaknya agar rumah itu mau dibeli. Marji menitipkan uang Rp 40 juta ke Kasmi untuk dibayarkan ke Kalam.

Namun Kalam tidak sabar. Kekurangan uang Rp 30 juta yang ditunggunya tak juga dibayarkan. Kalam pun memilih merobohkan rumah itu. Diduga Kalam tak ingin bangunan itu dipermasalahkan karena berdiri di atas tanah warisan keluarga besar.

"Sudah dicicil Rp 40 juta tapi dikembalikan, karena Pak Kalam ikut istrinya di Trenggalek. Akhirnya rumah ini dibongkar," terang Imam.

Imam menambahkan sebenarnya beberapa waktu lalu, Kasmi ibu kandung Kalam sempat memohon Kalam untuk tinggal di rumah tersebut. Dan tanahnya diberikan kepada Kalam. Dengan syarat Kalam kembali ke rumah tersebut.

"Tapi Pak Kalam tidak mau, tetap memilih tinggal di Trenggalek. Karena istri dan dua anaknya di sana juga sudah punya rumah," papar Imam.

"Saya sudah memediasi supaya tidak dibongkar tapi ya itu haknya Pak Kalam, bangunan milik Pak Kalam tapi tanahnya milik keluarga besar. Karena sejak kecil Pak Kalam ikut neneknya di sini," pungkas Imam.

Jago Berbahasa Jepang, Penjual Bubur di Surabaya Dipuji Netizen

Video penjual bubur kacang ijo di Surabaya fasih berbahasa Jepang viral di medsos. Kemampuan berbahasa jepang penjual bubur itu mengundang banyak pujian dari netizen.

Video berdurasi 45 detik itu viral saat diunggah oleh akun Instagram nexs.japanesecenter. Saat ini, video tersebut sudah tayang sebanyak 40.958 kali dan 290 komentar.

Dalam caption-nya, akun tersebut menjelaskan bahwa penjual bubur fasih bahasa Jepang itu berjualan di Jalan Kranggan, Surabaya atau tepat diseberang toko sepatu Bata. Dikatakan bahwa video tersebut merupakan kiriman dari kawannya saat melintas di jalan tersebut.

"Apa kabar Bahasa Jepang kalian? Dapat kiriman dari salah satu kawan mimin tadi waktu mau ke BG Junction aku jalan lurus arah Jalan Kranggan depan toko sepatu Bata orangnya jual bubur," tulis nexs.japanesecenter seperti dilihat detikcom, Selasa (22/9/2020).

Dari penulusuran detikcom, diketahui penjual bubur itu bernama Saleh Faiz alias Faiz Tosal (53). Sesuai dari keterangan akun nes.japanesecenter, Faiz memang sehari-hari berjualan di sekitar Jalan Kranggan.

Faiz mengaku kaget jika video yang menampilkan dirinya berbahasa Jepang itu kemudian viral. Ia sendiri tak mempermasalahkan viralnya video itu.

Faiz kemudian menuturkan bahwa video itu diambil oleh salah seorang pembeli buburnya. Waktu itu, Faiz menghidangkan bubur, si pembeli kaget saat dipersilahkan makan dengan bahasa asing.

"Video itu kalau tidak salah direkam sama pembeli bubur saya. Sekitar seminggu lalu kalau tidak salah. Nah, saat itu saya mempersilahkan makan bubur dengan bahasa Inggris. Silahkan di-eating (dimakan) kata saya gitu," imbuhnya.

Mendengar hal itu, si pembeli kemudian menanyakan soal kepiawaian tukang bubur bisa berbahasa Inggris. Faiz mengaku hanya memakainya sekali-kali saja. Hal itu bertujuan agar kemampuan bahasanya tidak luntur.

"Ya saya bilang sekali-kali dipakai kosa katanya agar tidak lupa. Terus dia tanya bahasa apa lagi yang saya bisa. Ya saya jawab bisa Jepang juga.

"Ya terus minta izin saya mau record dengan memakai bahasa Jepang saat memperkenalkan diri. Terus dia izin mau diunggah di medsos. Ya saya izinkan saja. Eha tahunya viral," tandas Faiz.

(sun/bdh)