Begini Cara Penjual Bubur di Surabaya Jaga Kemampuan Bahasa Jepangnya

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 17:19 WIB
Jago Bahasa Jepang, Penjual Bubur di Surabaya Minder Pakai Kemampuannya

Amir Baihaqi

Surabaya - Faiz Tosal (53), seorang pejual bubur kacang ijo yang fasih berbahasa Jepang di Surabaya videonya viral di medsos. Meski begitu, Faiz mengaku jarang menggunakan saat melayani para pelanggannya.

Ndak selalu sih. Ya kadang ada orang tanya ya saya jawab (bicara bahasa asing), ungkap Faiz saat ditemui detikcom, Selasa (22/9/2020).

Faiz menjelaskan, jika dirinya merasa malu jika harus selalu memakai bahasa asing. Sebab dirinya tak mau dibilang pamer dengan kemampuan bahasanya.

Nanti kalau sering pakai bahasa asing kan dibilang pamer. Sedangkan penampilan saya persis tukang becak, terang pria asal Bangkalan, Madura itu.

Apalagi saya cuma tamatan S1. SD maksudnya, kelakar Faiz.

Sebelunya, video berdurasi 45 detik itu viral saat diunggah oleh akun Instagram nexs.japanesecenter. saat ini, video tersebut sudah tayang sebanyak 40.958 kali dan 290 komentar. 

Dalam captionnya, akun tersebut menjelaskan bahwa tukan bubur itu berjualan di Jalan Kranggan, Surabaya atau tepat di seberang toko sepatu Bata. Dikatakan bahwa video tersebut merupakan kiriman dari kawannya saat melintas di sana.

Apa kabar Bahasa Jepang kalian? Dapat kiriman dari salah satu kawan mimin tadi waktu mau ke BG Junction jalan lurus arah Jalan Kranggan depan toko BATA orangnya jual bubur, tulis nexs.japanesecenter seperti dilihat detikcom, Selasa (22/9/2020).
Penjual bubur fasih Bahasa Jepang (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Faiz Tosal, penjual bubur di Surabaya yang jago bahasa Jepang mengaku selalu merawat kemampuan bahasanya. Salah satunya adalah dengan menonton televisi yang menampilkan bahasa asing.

Faiz mengaku, selain jago bahasa Jepang, dirinya juga menguasai bahasa Inggris. Hal itu ia dapatkan saat bekerja di Bali sekitar 20 tahun secara otodidak dari teman-temannya.

"Saya buat lihat TV yang memakai film berbahasa Inggris atau Jepang. Nah di situ kadang saya ingat lagi. Ya ingat kosakata, ingat pas di pantai masa lalu dulu," ungkap Faiz kepada detikcom, Selasa (22/9/2020).

Menurut Faiz, ia merasa prihatin dengan anak-anak sekolah zaman sekarang yang malas belajar bahasa asing. Padahal itu adalah kemampuan yang saat ini sangat penting.

"Masalahnya anak-anak zaman sekarang waktu sekolah itu tidak mau belajar bahasa. Mereka kadang meremehkan pelajaran bahasa," ujar Faiz.

Selanjutnya
Halaman
1 2