Bahasa Jepang Dipakai Penjual Bubur di Surabaya Saat Marahin Anak

Amir Baihaqi - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 18:35 WIB
Jago Bahasa Jepang, Penjual Bubur di Surabaya Minder Pakai Kemampuannya

Amir Baihaqi

Surabaya - Faiz Tosal (53), seorang pejual bubur kacang ijo yang fasih berbahasa Jepang di Surabaya videonya viral di medsos. Meski begitu, Faiz mengaku jarang menggunakan saat melayani para pelanggannya.

Ndak selalu sih. Ya kadang ada orang tanya ya saya jawab (bicara bahasa asing), ungkap Faiz saat ditemui detikcom, Selasa (22/9/2020).

Faiz menjelaskan, jika dirinya merasa malu jika harus selalu memakai bahasa asing. Sebab dirinya tak mau dibilang pamer dengan kemampuan bahasanya.

Nanti kalau sering pakai bahasa asing kan dibilang pamer. Sedangkan penampilan saya persis tukang becak, terang pria asal Bangkalan, Madura itu.

Apalagi saya cuma tamatan S1. SD maksudnya, kelakar Faiz.

Sebelunya, video berdurasi 45 detik itu viral saat diunggah oleh akun Instagram nexs.japanesecenter. saat ini, video tersebut sudah tayang sebanyak 40.958 kali dan 290 komentar. 

Dalam captionnya, akun tersebut menjelaskan bahwa tukan bubur itu berjualan di Jalan Kranggan, Surabaya atau tepat di seberang toko sepatu Bata. Dikatakan bahwa video tersebut merupakan kiriman dari kawannya saat melintas di sana.

Apa kabar Bahasa Jepang kalian? Dapat kiriman dari salah satu kawan mimin tadi waktu mau ke BG Junction jalan lurus arah Jalan Kranggan depan toko BATA orangnya jual bubur, tulis nexs.japanesecenter seperti dilihat detikcom, Selasa (22/9/2020).
Penjual bubur fasih berbahasa Jepang (Foto: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Faiz Tosal, penjual bubur di Surabaya yang jago bahasa Jepang mengaku tidak mengajarkan kemampuan itu ke anak-anaknya. Hal itu karena belajar bahasa ada tahapannya.

"Ndak, masalahnya khawatir otaknya belum kuat," beber Faiz saat ditemui detikcom di Jalan Kranggan, Selasa (22/9/2020).

Meski begitu, Faiz mengaku sehari-hari selalu menyisipkan bahasa asing dalam percakapan kepada anak-anaknya. Bahkan kerap saat memarahi anaknya lebih sering memakai bahasa asing.

"Ya sedikit-dikit satu dua kosakata iya. Kadang saya marahin anak itu saya sisipin bahasa Jepang dan Inggris," ucap Faiz.

"Anak saya ada tiga masih kecil-kecil. Dua laki-laki dan seorang perempuan," tandas pria 53 tahun itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2