Blak-blakan Cawali Surabaya Machfud Arifin Positif COVID-19 Tanpa Gejala

Faiq Azmi - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 15:16 WIB
machfud arifin-mujiaman
Machfud Arifin dan istri (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin blak-blakan soal kesehatannya yang dikabarkan positif COVID-19. Machfud mengaku positif, namun tanpa gejala.

"Saya sempat swab tanggal 26 Agustus dan dinyatakan positif OTG (Orang Tanpa Gejala). 29 Agustus saya swab lagi dan masih positif hingga akhirnya tanggal 5 September alias sehari sebelum mendaftar, saya swab negatif," kata Machfud saat konferensi pers melalui virtual zoom, Jumat (11/9/2020).

Machfud kemudian membeberkan pada 22 Agustus ada orang dekatnya yang menjadi salah satu tim pemenangan menyatakan bahwa istrinya positif COVID-19. Orang dekat tersebut akhirnya juga dinyatakan positif COVID-19.

"Saya awalnya diberi tahu, sudah kamu di rumah saja dulu isolasi. Karena orang itu ke mana-mana sama saya, satu mobil juga, terus kegiatan dengan saya juga ikut," ujar Machfud.

Setelah itu, Machfud mulai kehilangan suaranya. Ia pun memilih tes kesehatan dan melakukan rapid pada Senin 23 Agustus. Rapid Machfud dinyatakan non-reaktif. Dia juga diberi beberapa obat umum yang dijual di banyak tempat untuk menyembuhkan keluhannya, yakni hilang suara.

Machfud kemudian berinisiatif untuk melakukan tes swab di salah satu rumah sakit di Surabaya pada Rabu (26/8). Hasilnya, Machfud dinyatakan positif. Dirinya kemudian memilih isolasi mandiri di rumah tepatnya di ruangannya di lantai 2. Kemudian keluarganya melakukan swab dan hasilnya negatif. Keluarganya sendiri berada di lantai 1 rumah.

"Saya swab mandiri, dan juga foto thorax. Foto thorax saya tidak menunjukkan hal apa pun, namun saya dinyatakan OTG positif, sesuai regulasi, saya isolasi mandiri," jelasnya.

Karena Machfud OTG, akhirnya dirinya memilih swab kembali pada Sabtu (29/8) di salah satu RS di Surabaya. Hasilnya, Machfud masih positif. Hingga akhirnya dirinya masih isolasi.

Beberapa kegiatan penting ditinggalkan, seperti pengambilan B.1KWK dari partai pengusung yang mayoritas harus diambil di Jakarta seperti dari Golkar, Demokrat, PPP. Machfud memilih isolasi mandiri dan menyerahkan beberapa tugas kepada Mujiaman.

Selanjutnya
Halaman
1 2