Satu-satunya Tahun Ini, Mahasiswa Unair Raih Beasiswa Lembaga Kesehatan Hewan

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 14:18 WIB
Suwaibatul Annisa
Suwaibatul Annisa (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Mendapatkan sebuah beasiswa merupakan salah satu impian bagi seorang mahasiswa. Dengan beasiswa, seorang mahasiswa bisa merasakan pendidikan yang lebih tinggi untuk masa depan yang lebih baik lagi, tentunya dengan biaya minim.

Seperti halnya Suwaibatul Annisa, mahasiswa Pendidikan Dokter Hewan Universitas Airlangga (Unair) angkatan 2017. Mahasiswa yang akrab disapa Ica ini menjadi satu-satunya mahasiswa Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari MSD Animal Health/WVA Veterinary Student Scholarship Program 2020. Dari program tersebut, Ica sapaan akrabnya mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar 5.000 dollar.

"Rencananya, biaya tersebut akan digunakan untuk upgrade karir saya di dunia kedokteran hewan dan untuk meningkatkan pengalaman akademik saya dengan magang atau mengikuti konferensi," kata Ica, Jumat (11/9/2020).

Ica pun berbagi kiat suksesnya dalam meraih beasiswa tersebut. Pertama, jangan melakukan sesuatu mendekati waktu deadline, membaca dan memahami persyaratan program, menyiapkan surat rekomendasi dengan baik, serta membuat personal statement.

Untuk surat rekomendasi, biasanya ditulis atau dibuat oleh dosen, dekan atau profesor di fakultas tempat mahasiswa menuntut ilmu. "Saya merekomendasikan agar mahasiswa meminta surat rekomendasi tersebut pada dosen atau profesor yang pernah bekerja sama dalam satu proyek sebelumnya. Usahakan dengan benar-benar kenal dan pernah bekerja sama dengan kita," jelasnya.

Selain itu, mahasiwa juga perlu meminta tolong dosen terkait agar bisa menulis surat rekomendasi dengan menggunakan kata kerja bukan kata sifat. Contohnya surat rekomendasi, sebaiknya tidak ditulis praktikum selama bergabung pada departemen tersebut.

"Bahasa surat rekomendasi juga harus jelas, unik, sederhana, namun berdampak," ujarnya.

Pada pembuatan statement, mahasiswa juga perlu menceritakan kegiatan yang pernah dilakukan. Biasanya, terdapat beberapa hal yang perlu dituliskan dalam personal statement. Seperti menceritakan kelebihan individu, aktivitas studi, keadaan finansial, dan potensi di masa depan.

"Untuk itu, mahasiswa perlu mengetahui passion mereka. Kadang mahasiswa juga diminta untuk menuliskan tiga kontribusi yang telah mereka lakukan, tujuan karir mereka, serta peran bidang studi atau karir mereka di negara. Sehingga, mahasiswa perlu mengenali diri sendiri, potensi diri, dan bidang pekerjaan yang akan mereka geluti," urainya.

Program beasiswa yang diikutinya ini mempersyaratkan agar recommendation letter ditulis dalam bentuk esai. Namun format dari kemahasiswaan fakultasnya adalah hanya dengan menyertakan nama dan nomor induk mahasiswa (NIM).

"Mahasiswa juga harus mempunyai kemampuan bahasa Inggris yang baik, karena beberapa dokumen harus berbahasa Inggris," pungkasnya.

(iwd/iwd)