Perkuliahan Semester Ganjil Tahun 2020 di Unair Serempak Digelar Daring

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 07:52 WIB
Universitas Airlangga (Unair) tidak bertanggung jawab atas klaim dua penelitinya yang menyebutkan suplemen temuan mereka bisa membantu tubuh melawan virus coorona. Seperti yang disampaikan Warek 4 Bidang Bisnis dan Alumni Unair, Prof Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt.
Kampus Unair (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Perkuliahan semester ganjil tahun 2020 di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dilakukan daring atau online. Kuliah daring ini dilakukan 6 ribu mahasiswa baru di 15 fakultas karena masih pandemi COVID-19.

Ketua Pusat Informasi Humas (PIH) Unair Suko Widodo mengatakan selama pandemi ini perkuliahan masih dilakukan secara daring.

"Jadi kebijakan dari rektor (Saat pandemi), semua dilakukan daring sampai semester ini total daring. Termasuk mulai ujian, termasuk kemarin ujian (jalur) mandiri kemarin itu, pengukuhan maba, terus wisuda ada beberapa perwakilan memang di situ juga online. Untuk pengajaran (Perkuliahan) juga online," kata Suko Widodo saat dikonfirmasi detikcom, Senin (7/9/2020).

Namun dirinya memperkecualikan praktikum. Saat praktikum digelar tatap muka. Namun protokol kesehatan diatur cukup ketat, termasuk pembatasan mahasiswa diatur kekat.

"Kecuali untuk praktek. Jadi seperti membuat obat, tidak mungkin dilakukan secara online. Tetapi dengan suasana yang tertata dan protokol yang sangat ketat ya. Kami tahu, bahwa Unair juga dianggap menjadi center pengetahuan kesehatan, makanya kita ketat banget," tandasnya.

Suko menjelaskan sebelum pandemi dalam praktikum di laboratorium biasanya bisa berjumlah 20 mahasiswa. Namun kini kuotanya akan dibatasi menjadi 4 hingga 5 orang.

Sementara itu selama kuliah online, Unair telah menyalurkan program kuota internet gratis dari Kemeneterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hal ini untuk membantu mahasiswa dalam perkuliahan daring. Sedangkan untuk mahasiswa yang kurang mampu, juga dibantu melalui beberapa progam dari pemerintah.

"Pertama sudah kita kasih kuota internet 50 gb perbulan dari Pak Menteri, sudah diberi. Kemudian kita juga punya Kartu Indonesia Pintar (KIP) mereka juga mendapatkan free tidak bayar yang dari pemerintah juga. Jadi poinnya, Unair sedang mengupayakan jaminan pendidikan terselenggara tanpa kendala," ungkapnya.

(fat/fat)