Sekda Bondowoso Dicopot Karena Ancam Kepala BKD, Penjabat Baru Diangkat

Sekda Bondowoso Dicopot Karena Ancam Kepala BKD, Penjabat Baru Diangkat

Chuk Shatu Widarsha - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 12:19 WIB
Bupati Bondowoso mengambil sumpah jabatan penjabat sekretaris daerah (sekda) yang baru. Pengangkatan itu untuk mengisi kekosongan, setelah sekda yang lama dicopot sementara.
Pengambilan sumpah jabatan Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso yang baru/Foto: Chuk Shatu Widarsha
Bondowoso - Bupati Bondowoso mengambil sumpah jabatan penjabat sekretaris daerah (sekda) yang baru. Pengangkatan itu untuk mengisi kekosongan, setelah Sekda Bondowoso yang lama dicopot sementara.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur No 821.2/3716/94/2020 tertanggal 7 September 2020, Sukaryo diangkat sebagai Penjabat Sekda Bondowoso hingga diangkatnya Sekda definitif.

Berdasarkan data yang dihimpun, Penjabat Sekda Bondowoso baru, Soekaryo, sebelumnya bertugas di beberapa pos di lingkup Pemerintah Provinsi Jatim. Terakhir, pria kelahiran Sumenep, Madura ini merupakan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Jatim.

"Semoga, penjabat sekda yang baru ini dapat bersinergi membangun Bondowoso," kata Bupati Bondowoso, Salwa Arifin kepada wartawan usai acara pelantikan di pendapa kabupaten, Jumat (11/9/2020).

Menurut Salwa, diangkatnya penjabat sekda baru ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam membangun Bondowoso ke arah lebih baik. "Meski hanya sementara, tapi mudah-mudahan dapat bersama dalam menggerakkan roda pembangunan di Bondowoso," imbuh Salwa Arifin.

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya mengeluarkan SK pemberhentian sementara untuk Syaifullah, dari jabatan sebagai Sekda Bondowoso, pada Bulan Agustus lalu.

Sebab, Syaifullah diduga telah melakukan pelanggaran etik berat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Yakni melakukan ancaman kekerasan terhadap Alun Taufana, yang saat itu menjabat Kepala BKD Bondowoso.

Kasus dugaan ancaman kekerasan ini lantas dibawa ke ranah hukum. Syaifullah saat ini tengah menjalani persidangan di pengadilan setempat sebagai tersangka. Sementara Inspektorat Provinsi Jatim juga telah melakukan pemeriksaan dan sidang kode etik terhadap Syaifullah. (sun/bdh)