Diduga Langgar Kode Etik ASN, Gubernur Jatim Bebas Tugaskan Sekda Bondowoso

Chuk Shatu Widarsa - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 12:54 WIB
Sekretaris Daerah Bondowoso Syaifullah
Sekda Bondowoso Syaifullah (Foto: Istimewa)
Bondowoso - Bupati Salwa Arifin akhirnya membebastugaskan sementara Syaifullah dari jabatannya sebagai Sekda Bondowoso. Pembebastugasan itu merujuk SK Gubernur Jatim.

Dalam surat Gubernur Jatim No 700/163/1637/068/2020 itu, Sekda Syaifullah dibebastugaskan hingga proses pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Provinsi Jatim menghasilkan kesimpulan.

"Surat pembebastugasan sekda memang terhitung sejak hari ini," kata Wakil Bupati Bondowoso, Irean Bactiar Rachmat, kepada wartawan di rumah dinasnya, Kamis (27/8/2020).

Wabup menjelaskan pembebastugasan tak ada sangkut pautnya perkara hukum yang menimpanya. Tapi atas dugaan melakukan pelanggaran berat, sesuai dengan kode etik yang sudah diatur di peraturan tentang ASN.

"Hari ini pihak inspektorat provinsi melakukan pemeriksaan ke saudara Syaifullah. Apapun hasilnya kita tunggu saja nanti. Kenapa saya bilang langsung nama, karena saat ini sementara dia bukan sekda," terang Irwan Bahtiar Rachmat.

Data diperoleh, dasar pembebasan Sekda Bondowoso tersebut karena diduga melakukan pelanggaran, sebagaimana diatur dalam PP No 53 Tahun 2010, tentang disiplin ASN. Khususnya pasal 3 point 4, pasal 6, serta pasal 9.

Sekda Bondowoso tersangka karena telah melakukan ancaman kekerasan dan pembunuhan terhadap Alun Taufana, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Syaifullah kemudian disangka melanggar Pasal 45B UU No 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Serta Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 29 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE, juncto Pasal 335 KUHP. (fat/fat)