Round-Up

Khilaf Dispendik dan Guru soal Logo PDIP Jadi Lambang Sila Keempat

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 09:59 WIB
Viral Sila Ke Empat Pancasila Digambarkan dengan Lambang PDIP
Logo PDIP muncul di sila keempat Pancasila (Tangkapan Layar)
Surabaya -

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya meminta maaf atas kejadian logo PDIP jadi lambang sila ke-4. Kejadian itu tidak ada unsur kesengajaan. Permohonan maaf itu karena ada salah satu guru saat mengajar program belajar daring terjadi kesalahan mengklik atau input data.

"Kemarin ada salah satu guru kami, pada waktu mengajar, terjadi kesalahan ngeklik atau input data," kata Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Supomo kepada wartawan di kantor Humas Pemkot Surabaya Jalan Jimerto, Rabu (9/9/2020).

Bahkan dispendik melakukan klarifikasi kepada guru yang mengajar dalam program belajar daring, Afita Nurul Aini. Guru tersebut juga tidak tergabung dalam organisasi apapun.

"Setelah kami kemarin klarifikasi dan pemeriksaan terhadap Bu Fita menurut pengakuannya tidak ada sedikitpun kesengajaan, kebetulan bukan saatnya ngajar. Tapi Bu Fita ini adalah guru pengganti, seharusnya Bu Wahyu yang mengajar, karena sakit akhirnya digantikan Bu Fita. Kegiatan mengajar dilakukan live, sehingga kemudian kejadian kesalahan langsung bisa diketahui oleh pemirsa, itu kejadian kemarin," kata Supomo panjang lebar.

Viral Sila Ke Empat Viral Sila Ke Empat Pancasila Digambarkan dengan Lambang PDIPFoto yang disangkal SBOTV/

Dia menjelaskan sosok guru tersebut sudah empat kali mengajar daring di televisi swasta. Bahkan guru tersebut lulusan sekolah negeri dengan IPK 3,75. Karena IPK baik, jelas dia, Dinas Pendidikan Kota Surabaya merekomendasikan untuk mengajar secara live di televisi.

"Dari hasil verifikasi data sebelum mengajar di SD dengan predikat baik, perilakunya baik. Makanya dari kelompok MGMG (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), Bu Fita ini direkom untuk menjadi guru pengajar di SBO," tandas Supomo.

Afita Nurul Aini angkat bicara, Guru SDN Tembok Dukuh IV mengatakan, logo PDIP itu muncul karena adanya kelalaian dan ketidaksengajaan. "Saya Afita, guru SDN Tembok Dukuh IV, kemarin melakukan kelalaian tanpa saya sengaja. Saya memasukkan gambar yang tidak sesuai dengan materi yang saya ajarkan," jelasnya.