18 Pegawai Radio Swasta di Surabaya Positif COVID-19

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 19:46 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Surabaya -

Sebanyak 18 pegawai radio Suara Surabaya (SS) Media terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, belasan pegawai menjalani karantina di Rumah Sakit Asrama Haji Surabaya.

Kabar ini dibenarkan CEO Suara Surabaya Media Errol Jonathans. Kabar ini juga ditulis dalam berita bertajuk 'Akhirnya Benteng Pertahanan Kami Jebol Juga' di laman suarasurabaya.net dan sosial media Suara Surabaya.

"SDM adalah aset perusahaan yang tidak bisa dinilai atau digantikan dengan apapun. Mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik, bahkan sampai ke keluarganya kami data," kata Errol saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin (7/9/2020).

Dari informasi yang dihimpun, pihak SS telah melakukan rapid test dengan metode serologi secara acak sejak 31 Agustus lalu. Diketahui ada hasil beberapa kru yang reaktif. Lalu pada 2 hingga 4 September, dilakukan tes swab secara bergantian. Hasilnya, ada 18 kru yang terpantau positif COVID-19.

Errol menambahkan seluruh kru yang terpapar COVID-19 di Suara Surabaya berasal dari departemen produksi. Sebagian besar berasal dari divisi new media, yang menangani web dan sosial media. Sedangkan divisi on air, newsroom, reporter, dan departemen non produksi, dinyatakan negatif dari tes swab gelombang 2, 3, dan 4.

Pihak SS langsung mengkarantina 18 kru yang positif di sebuah hotel di Surabaya. Selain itu, Errol menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemkot Surabaya.

"Dengan koordinasi bersama Pemkot Surabaya ini, kami kemudian diarahkan menuju fasilitas penanganan yang komprehensif," imbuhnya.

Pada 6 September, atas rekomendasi Pemkot Surabaya, 18 kru SS dipindahkan ke Rumah Sakit Asrama Haji Surabaya. Tak lupa, Errol juga meminta doa masyarakat agar krunya bisa diberikan kesembuhan dan dapat kembali menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Kami percaya, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan Sang Pengatur Alam Semesta, punya rencana di balik ini. Kami takut, tapi pasrah dengan rencana-NYA," harap Errol.

(hil/iwd)