Hari Jadi Kota Probolinggo Pecahkan Rekor Makan Nasi Jagung

M Rofiq - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 22:02 WIB
Hari Jadi Kota Probolinggo memecahkan rekor. Ada belasan ribu warga memakan nasi jagung secara serentak di tempat masing-masing.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin mengenakan gamis (tengah)/Foto: M Rofiq

Seorang warga, Abrrar Khuddah mengaku senang makan nasi jagung bersama tim medis RSUD dan keluarga pasien. Saking banyaknya yang makan nasi jagung, Kota Probolinggo dapat Rekor Indonesia dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

"Di Hari Jadi Kota Probolinggo, semoga akan lebih baik ke depan. Dan asyik ikutan meramaikan makan bersama-sama nasi jagung dengan peserta terbanyak, mendapatkan piagam dan penghargaan dari Rekor Indonesia Leprid," ujar Abrrar, Jumat (4/9/2020).

Acara makan nasi jagung serentak ini tercatat dalam Leprid sebagai yang terbanyak. Yakni ada 16.852 peserta yang makan nasi jagung di seluruh Kota Probolinggo. Mulai pejabat dan staf pemkot hingga semua elemen masyarakat.

Menurut Paulus Pangka, Ketua Umum Leprid, sebelumnya sudah tercatat rekor sekitar 5 ribu peserta makan nasi jagung. Namun pada Hari Jadi Kota Probolinggo ini, rekor baru kembali muncul. Sebanyak 16.852 ribu lebih peserta makan nasi jagung secara virtual.

"Memberikan apresiasi kegiatan yang diprakarsai Wali Kota Probolinggo, yang telah berhasil memprakarsai pangan lokal, makan bareng sego jagung terbanyak dan diikuti peserta mulai pejabat, jemaah, dan tim medis, serta semua elemen masyarakat untuk Hari Jadi Kota Probolinggo. Dengan jumlah 16.852 peserta makan nasi jagung, kita catat rekornya dan memberikan piagam dan penghargaan dari Leprid," jelas Paulus saat dikonfirmasi.

Sementara menurut Wali Kota Hadi, nasi jagung merupakan makanan khas Kota Probolinggo, dan harus terus dilestarikan. "Kami tetap memunculkan berbagai etnis mulai dari Suku Jawa, Madura, Arab dan Tionghoa, dan komunitas dari nelayan juga petani. Itu menunjukkan perbendaan tidak menjadi kendala, kebersamaan menjadi kunci Kota Probolinggo keberhasilan, membangun Kota Probolinggo lebih baik lagi," ujarnya.

"Dan makan khas nasi jagung diikuti semua lapisan masyarakat, instansi, jemaah gereja dan di masjid dengan peserta terbanyak mendapatkan rekor Indonesia. Dan pangan lokal perlu kita lestarikan," tambah Hadi.

Ia berharap pandemi COVID-19 segera berakhir. Sehingga perekonomian warga kembali menggeliat.

Halaman

(sun/bdh)