Pendaftaran Pilwali Surabaya, KPU Wajibkan Paslon Sertakan Hasil Tes Swab

Amir Baihaqi - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 19:40 WIB
Insan Qoriawan Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya
Insan Qoriawan Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - KPU Surabaya bakal membatasi rombongan yang akan turut mengantar pendaftaran Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pilkada Surabaya. Pendaftaran sendiri resmi dibuka mulai Jumat (4/9) besok.

"Mulai besok tanggal 4 hingga 6 KPU melayani mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Sedangkan hari ketiga mulai pukul 08.00 hingga pukul 24.00 WIB dan tidak boleh di atas waktu itu," kata Insan Qoriawan Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Surabaya kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Insan melanjutkan karena masih dalam situasi pandemi COVID-19, pihaknya mengimbau agar pendaftaran disertai pembatasan massa yang akan mengantar. Meski begitu, jika masih terjadi, pihaknya akan membatasi massa saat akan masuk ke area pendaftaran.

"Karena di masa pandemi protokol kesehatan diterapkan. Termasuk ketentuan jumlah orang yang masuk ke arena pendaftaran. Hanya bakal pasangan calon, LO atau tim penghubung dan pimpinan partai politik ketua dan sekretaris. Hanya itu yang diperkenankan masuk ke arena pendaftaran," terangnya.

"Kemampuan kita hanya mengimbau bahwasanya ini dalam masa pandemi kami berharap pengumpulan massa tidak perlu dilakukan. Mudah-mudahan mereka mau bekerja sama dengan kita agar ini tidak menjadi klaster penyebaran COVID," tambahnya lagi.

Menurut Insan, proses pendaftaran bakal calon pasangan Calon Wali Kota dan wakil Wali Kota pada Pilkada saat ini juga akan menyertakan hasil tes swab.

"Yang berbeda lagi ketentuan diharuskan swab dulu bagi bakal pasangan calon yang mendaftar. Entah itu positif atau negatif," tutur Insan.

"Dari jatim ada tiga rumah sakit yang ditunjuk penyelenggara. Di Surabaya di RSU dr Soetomo. Persyaratannya itu melampirkan surat keterangan hasil swab dari RS yang menyelenggarakan. Kita tidak mempermasalahkan itu hasil swab dari rumah sakit mana," imbuhnya.

Lalu bagaimana bagi pasangan calon yang positif? Insan menyebut hasil tes swab sudah diatur dalam PKPU soal tahapan pemilihan. Namun hal itu bukan menjadi bagian dari persyaratan utama pencalonan. Dan jika hasilnya ternyata positif, maka itu bisa diwakilkan untuk proses pendaftarannya.

"Sesuai peraturan KPU tentang tahapan pemilihan di era pandemi COVID-19 diharuskan menyertakan hasil swab. Tapi ini tidak menjadi bagian dari syarat calon dan pencalonan. Tapi kita tetap menjalankan amanat dari PKPU tersebut," tuturnya.

"Kalau nanti anggaplah hasilnya positif maka kita sarankan isolasi dulu sementara yang mendaftar yang negatif. Tidak harus berpasangan selama ada pimpinan parpol yang mendaftarkan bisa diwakilkan," tandas Insan.

Tonton juga video 'KPU Wajibkan Calon Kepala Daerah Jalani Swab Test Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)