Dewan Kesenian Surabaya Sambut Wacana Pemkot soal Pertunjukan Seni Daring

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 19:11 WIB
Alun-alun Suroboyo
Alun-alun Suroboyo/Foto file: Deny Prastyo Utomo

"Stage performance yang menghadirkan khalayak penonton bukan lagi daring," ujarnya.

Maka, lanjut Chrisman, sebaiknya Pemkot Surabaya berkolaborasi dan bersimbiosis dengan para seniman DKS. Sebab, DKS memiliki ruang galeri yang bisa dimanfaatkan dan selama ini digunakan untuk kegiatan daring.

"Sedangkan saat ini sementara vakum karena kehabisan anggaran. Nah saya rasa itu akan menjadi langkah berdampak lebih baik bagi warga Surabaya bila Satgas COVID-19 Surabaya berkolaborasi dengan seniman-seniman DKS, untuk membuat acara-acara kesenian daring," tambahnya.

Sebelumnya Pemkot Surabaya menyampaikan, pertunjukan seni daring bisa digelar di mana pun. Pertunjukan rencananya akan digelar di tempat umum seperti taman, Tugu Pahlawan, Siola, Balai Pemuda, Gelanggang Remaja, GBT dan lainnya. Hasil pembahasan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, pakar kesehatan masyarakat dari Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi), pertunjukan seni disarankan tetap dilaksanakan. Tapi dengan tampilan secara kolaborasi dan live online. Yakni menggunakan aplikasi media sosial seperti zoom, Instagram, Facebook, YouTube maupun media lainnya.

Pemkot berupaya menggelar pertunjukan seni secara daring, setelah pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo malah memicu warga berkerumun. Seperti yang terjadi pada Kamis (20/8) malam.


(sun/bdh)