Pemkot Bakal Gelar Pertunjukan Seni di Alun-alun Suroboyo, Begini Konsepnya

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 19:32 WIB
alun-alun suroboyo
Alun-alun Suroboyo (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Pemkot Surabaya memberikan peluang kepada para seniman untuk tetap bisa berkarya dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Untuk itu pertunjukan seni di Alun-alun Suroboyo bakal dibuka lagi. Namun dengan konsep yang berbeda, yakni daring.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pertunjukan seni daring bisa ditampilkan di mana pun. Penampilan seni ini rencananya akan digelar di tempat umum seperti taman, Tugu Pahlawan, Siola, Balai Pemuda, Gelanggang Remaja, GBT dan lainnya.

Dari hasil pembahasan bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, pakar kesehatan masyarakat dari Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi), tampilan seni tradisi disarankan tetap dilaksanakan. Tapi dengan tampilan secara kolaborasi dan live online, menggunakan aplikasi media sosial. Seperti zoom, instagram, facebook, YouTube, televisi maupun media lainnya.

"Yang penting seniman bisa tampil. Kemudian format tontonannya pun bisa diseleksi, hanya ada beberapa orang dan dikedepankan daring. Yang penting kemasannya menarik dan diminta untuk kerja sama dengan para praktisi media kreatif dan kemudian juga media televisi maupun media lain," kata Irvan di Balai Kota Surabaya, Rabu (26/8/2020).

Irvan mengaku Persakmi tidak merekomendasikan taman dibuka kembali untuk menggelar acara seni tatap muka. Namun, pemkot mengupayakan agar seniman tetap bisa tampil meskipun secara daring.

"Seniman harus bisa tampil. Makanya tadi rekomendasinya jangan mengacu tempat dan waktu," ujarnya.

"Misalnya, kalau main di Balai Pemuda (Balai Pemuda), tidak selalu acaranya sore atau malam. Tampil pagi tidak apa-apa, yang penting dia bisa menampilkan bakatnya," tambahnya.

Kapan tampilan seni tradisi dimulai? Pihaknya masih menggelar rapat lanjutan. Nantinya, para praktisi seniman hingga praktisi pegiat media kreatif dilibatkan untuk berdiskusi membahas konsep tampilan kesenian secara online.

"Media kreatif itu kan banyak, bisa menampilkan daring secara online, mengemas acara secara menarik, pokoknya nanti akan melibatkan itu. Ini untuk menghidupkan seniman, tapi yang antimainstream," pungkasnya.

(fat/fat)