Alasan Dinkes Jombang Tak Hukum RS PMC dalam Kasus Ibu Melahirkan Sendiri

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 21:32 WIB
Sampai saat ini Dinkes Jombang tidak memberikan sanksi ke Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), dalam kasus seorang ibu melahirkan sendiri hingga bayinya meninggal. Rumah sakit swasta itu hanya diminta membuat ruang persalinan khusus bagi pasien yang dicurigai COVID-19 dan mengevaluasi beban kerja tenaga kesehatannya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Jombang dr Vidya Buana/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Sampai saat ini Dinkes Jombang tidak memberikan sanksi ke Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), dalam kasus seorang ibu melahirkan sendiri hingga bayinya meninggal. Rumah sakit swasta itu hanya diminta membuat ruang persalinan khusus bagi pasien yang dicurigai COVID-19 dan mengevaluasi beban kerja tenaga kesehatannya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Jombang dr Vidya Buana menilai, RS PMC sudah melakukan pemeriksaan awal (screening) terhadap DR (27) dengan baik. Hanya saja perempuan warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang itu reaktif saat di-rapid test di instalasi gawat darurat (IGD). Sehingga DR dipindahkan ke ruang isolasi di lantai atas. Saat itu tidak ada tanda-tanda kondisi darurat pada DR.

"Keterangan rumah sakit, pasien mengalami partus presipitatus. Itu yang kemudian menjadi masalah. Kalau ibu ini tidak mengalami partus presipitatus (persalinannya) akan terencana dengan baik, disiapkan operasi juga," kata dr Vidya kepada wartawan di kantornya, Jalan KH Wahid Hasyim, Rabu (26/8/2020).

Akibat mengalami partus presipitatus, DR melahirkan lebih cepat dari waktu persalinan yang diperkirakan dokter RS PMC. Dokter memperkirakan dia melahirkan pukul 09.00 WIB. Ditambah lagi, dia ditempatkan di ruang isolasi karena dicurigai terinfeksi virus Corona.

Sehingga para tenaga kesehatan di RS PMC tidak bisa keluar masuk ruang isolasi dengan cepat karena harus memakai alat perlindungan diri (APD). Sementara saat orang tua DR meminta pertolongan lantaran anaknya akan melahirkan sekitar pukul 04.30 WIB, hanya ada perawat di dekat ruang isolasi.

"Perawat sudah koordinasi dengan bawah (bidan di ruang persalinan RS PMC). Jadi, tidak ditolongnya karena perawat tidak punya kompetensi menolong persalinan. Sementara di bawah masih ada persalinan yang lain. Mungkin kalau ibu ini tidak reaktif, dia tidak di ruang isolasi. Misalkan di bawah, mobilitas bidan lebih cepat. Ini kan tetap didatangi, tapi keburu bayi sudah keluar. Belum lagi ganti APD-nya menjadi pertimbangan," terang dr Vidya.

Oleh sebab itu, RS PMC diminta membuat ruang persalinan khusus bagi ibu melahirkan yang dicurigai terinfeksi virus Corona. Rumah sakit swasta di Jalan Ir H Juanda ini juga diminta melakukan analisa beban kerja para tenaga kesehatannya. Sehingga pasien yang mendadak mengalami kondisi darurat tidak harus menunggu tenaga medis yang jumlahnya terbatas.

"(Soal kekurangan bidan) Itu nanti ada di analisis beban kerja. Salah satu rekomendasi kami kan rumah sakit harus melakukan analisis beban kerja," ujar dr Vidya.

Dinkes Jombang tidak memberikan sanksi apapun terhadap RS PMC. Dr Vidya berdalih tidak mempunyai kewenangan memberikan sanksi.

Selanjutnya
Halaman
1 2