Massa Penambang Pasir Ricuh dengan Mahasiswa di Depan Mapolres Blitar

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 12:17 WIB
Dua kelompok massa mendatangi Mapolres Blitar di Talun. Dua kelompok tersebut ricuh karena berbeda pandangan soal tambang pasir ilegal di Blitar.
Massa penambang pasir dan mahasiswa ricuh di depan Mapolres Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar -

Dua kelompok massa mendatangi Mapolres Blitar di Talun. Dua kelompok tersebut ricuh karena berbeda pandangan soal tambang pasir ilegal di Blitar.

Massa di sisi barat merupakan puluhan orang dari Desa Karangrejo, Kecamatan Garum. Pantauan detikcom, massa yang jumlahnya lebih banyak ini merupakan para sopir truk pengangkut pasir dan penambang pasir, di sepanjang aliran sungai lahar wilayah utara Kabupaten Blitar.

Sedangkan kubu di sisi timur terdiri dari sekitar 20 mahasiswa Blitar yang terhimpun di PMII. Mereka semua memakai jas almamater berwarna biru. Dua kubu massa yang bertentangan kepentingan ini head to head di bawah terik matahari.

Aksi saling dorong pun tak dapat dihindari. Bahkan massa sopir sempat melempar batu ke arah massa mahasiswa yang jumlahnya lebih sedikit. Satu di antara mahasiswi yang ikut demo ada yang pingsan, lalu dibaringkan di pinggir depan mapolres.

Selanjutnya
Halaman
1 2