Hentikan Paksa Tambang Pasir Ilegal di Jombang, Warga Serahkan Barang Bukti

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 15:38 WIB
Hentikan Paksa Penambangan Pasir Ilegal di Jombang, Warga Serahkan Barang Bukti ke Kantor Polisi
Warga tolak tambang ilegal (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Jombang -

Ratusan warga menghentikan paksa penambangan pasir ilegal di Dusun Kedungtimongo, Desa/Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Massa menyita barang bukti 6 truk, 1 pikap, serta berbagai peralatan tambang ke Mapolsek Megaluh. Sayangnya, penambang belum diproses secara hukum.

Aksi penghentian paksa penambangan pasir ini melibatkan sekitar 150 warga. Mereka datang dari Dusun Kedungtimongo, Desa Megaluh dan Dusun Pulokrangkong, Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Karena tambang pasir yang dikelola Sugiono (58), warga Desa Sumberjo, Kecamatan Purwosari, Kediri ini berada di perbatasan Jombang-Nganjuk.

Sampai di lokasi tambang, massa menyita 6 truk dan sebuah pikap yang biasa digunakan mengangkut pasir. Warga juga merampas sejumlah peralatan untuk menggali pasir secara tradisional, seperti cangkul, sekop dan gerobak untuk mengangkut pasir ke truk. Mereka menyerahkan berbagai barang bukti tersebut ke Mapolsek Megaluh.

"Kami melihat penambangan pasir haram atau ilegal ini sudah sekitar satu bulan. Ada 7-9 truk keluar masuk setiap harinya. Penggaliannya manual, tapi skalanya menurut kami sudah besar," kata Mujiono (47), perwakilan warga kepada wartawan di kantor Polsek Megaluh, Minggu (23/8/2020).

Tak sekadar menyerahkan barang bukti penambangan pasir ilegal, massa rupanya menggelar aksi protes di halaman Mapolsek Megaluh. Mereka berorasi sambil membentangkan sejumlah poster berisi tuntutan. Mulai dari 'Stop penggalian ilegal', 'Jangan rusak lingkungan', hingga 'Hentikan pengambilan pasir'.

"Masyarakat hanya mau penggalian pasir ilegal ini dihentikan. Ini merugikan masyarakat yang tinggal di sebelahnya. Tanah kami akan longsor kalau pasirnya terus dikeruk," terang Mujiono.