Ini Baritan Takir Plontang, Ritual Warga Blitar Peringati Suroan Tanpa Jaga Jarak

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 23 Agu 2020 14:00 WIB
Ini Baritan Takir Plontang, Ritual Warga Blitar Peringati Bulan Suro
Ritual warga saat suroan (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Masyarakat Desa Kalipucung Kecamatan Sanankulon, Blitar menggelar baritan takir plontang. Baritan digelar saat Suroan ini menyesuaikan hari nahas desa tersebut, yakni Minggu Legi.

Baritan dilakukan memperingati Tahun Baru Hijriah dalam Islam, atau 1 Suro dalam bulan Jawa. Ritual di Blitar ini pelaksanaannya selalu di simpang empat atau tiga jalan desa. Tikar digelar sepanjang jalan, menyesuaikan jumlah kepala keluarga (KK) yang hadir di ritual desa tersebut.

Di Desa Kalipucung sendiri, setiap lingkungan menggelar ritual atau baritan sendiri-sendiri. Di lingkungan Kulon Kuburan Kalipucung ini, ada sekitar 30 KK yang ikut hadir dalam baritan yang dilaksanakan Sabtu (22/8/2020) malam. Atau malam Minggu Legi, hari tepat meninggalnya tokoh yang membabat desa tersebut pada zaman dahulu kala.

"Jadi tiap desa itu ada hari nahas, tepat meninggalnya punden, atau danyangan atau tokoh yang membuka (Babad) desa. Baritan biasanya dilaksanakan saat geblak atau hari meninggalnya punden desa tersebut. Kalau Desa Kalipucung hari nahasnya Minggu Legi," kata seorang tokoh Desa Kalipucung, Wasis Kuntoaji kepada detikcom, Minggu (23/8/2020).

Usai salat Isya' warga mulai berdatangan sambil membawa takir plontang. Yakni makanan tradisional yang diwadahi daun pisang yang dibentuk kotak persegi. Diberi nama plontang, karena di tiap ujung takir, diselipkan sepotong janur kuning yang ditancapkan tegak lurus.

"Takir plontang, itu simbol kami memanjatkan doa harapan pada Tahun Baru Hijriah. Dengan adanya janur kuning, wujud tunas baru (muda) dari pohon kelapa, kami simbolkan harapan baru, kehidupan baru di tahun baru Islam bisa segera tercapai," ungkapnya.