Ibu Melahirkan Sendiri hingga Bayinya Meninggal, Hasil Audit Kasus Belum Ada

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 21:19 WIB
Audit maternal perinatal (AMP) terkait kasus seorang ibu melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang hingga bayinya meninggal, baru digelar hari ini. Sayangnya, Dinas Kesehatan enggan mengumumkan hasil audit tersebut kepada wartawan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Vidya Buana/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang -

Audit maternal perinatal (AMP) terkait kasus seorang ibu melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang hingga bayinya meninggal, baru digelar hari ini. Sayangnya, Dinas Kesehatan enggan mengumumkan hasil audit tersebut kepada wartawan.

AMP digelar tertutup dari wartawan di ruangan Soeroadiningrat II Kantor Pemkab Jombang. Audit ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Jombang.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang dr Vidya Buana mengatakan, dalam AMP kali ini, tim mengaudit dua kasus. Yakni kasus kematian ibu melahirkan (maternal) dan kasus bayi (perinatal).

Kasus perinatal yang diangkat yakni kematian bayi perempuan dari DR (27), warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito. DR melahirkan sendiri anak keduanya di RS PMC tanpa bantuan tenaga kesehatan.

"Hari ini kami melakukan audit maternal dan perinatal untuk mengkaji kasus-kasus kematian ibu maupun bayi. Audit ini menganut azas no name, no blame, no shame, no pro yusticia serta ada proses pembelajaran. Jadi, kami murni mengaudit berdasarkan kasus, nantinya akan muncul rekomendasi," kata dr Vidya kepada wartawan di lokasi, Selasa (18/8/2020).

Sayangnya, dr Vidya tidak bersedia menyampaikan hasil audit perinatal terhadap kasus kematian bayi DR di RS PMC. Dia beralasan, AMP hari ini belum lengkap karena ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi lagi. Terkait persoalan apa yang perlu dikonfirmasi, dia juga enggan menyebutkannya.

"Belum bisa (menyampaikan hasil AMP) karena memang masih ada yang perlu dilengkapi dan dikonfirmasi lagi, tim tadi sudah sepakat. Ditunggu saja rekomendasi apa yang nanti akan keluar. Dalam beberapa hari insyaallah tim sudah siap dengan rekomendasinya," ujarnya.

Rekomendasi tim AMP tersebut, lanjut dr Vidya, bakal ditujukan ke para tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan dan masyarakat. Dia menegaskan, rekomendasi tidak ditujukan secara spesifik ke pihak tertentu.

Selanjutnya
Halaman
1 2