Pengamat Politik UB Sebut Pilbup Blitar dengan Calon Tunggal Bisa Terulang

Erliana Riady - detikNews
Selasa, 18 Agu 2020 20:06 WIB
Partai politik tidak mau bertaruh dalam Pilbup Blitar. Mereka berpotensi memberikan dukungan kepada petahana yang maju lagi dalam kontestasi mendatang.
Pengamat Politik Universitas Brawijaya (UB), Doktor Sholih Mu'adi/Foto: Erliana Riady
Blitar -

Banyak partai politik yang tidak mau bertaruh dalam Pilbup Blitar. Mereka berpotensi memberikan dukungan kepada petahana yang maju lagi dalam Pilkada 2020. Seperti yang disampaikan Pengamat Politik Universitas Brawijaya (UB) asli Blitar, Doktor Sholih Mu'adi.

Sehingga munculnya calon tunggal diprediksi akan terulang seperti pada Pilbup Blitar 2015. Sholih menilai, akseptabilitas dan elektabilitas pasangan petahana masih sangat kuat.

Menurutnya, faktor ini yang menjadi magnet bagi parpol lain memilih berkoalisi dengan PDIP, partai politik, yang selangkah lebih maju memberikan rekomendasinya pada Bupati Blitar Rijanto dan Wabub Marhaenis Urip Widodo. Sementara untuk Kota Blitar, rekom telah diberikan kepada Wali Kota Blitar Santoso dan Tjujuk Sunariyo, seorang kader Partai Gerindra.

Menurut Sholih, basis Matraman itu Blitar, Kediri, Tulungagung dan Trenggalek. PDI Perjuangan terbukti sebagai parpol paling kuat di wilayah ini. Ada ikatan emosional, historis wilayah Matraman dengan sejarah pendiri bangsa, Bung Karno.

"Karena dengan posisi inilah, partai pemenang tidak mau gambling untuk mengangkat orang baru yang belum tentu elektabilitas dan akseptabilitasnya bisa dipertanggungjawabkan. PDIP pengen save saja. Sehingga rekom diberikan kepada petahana. Baik di kota maupun Kabupaten Blitar," ucap Sholih kepada detikcom, Selasa (18/8/2020).

Jalinan partai di basis Matraman, lanjut dia, sangat kuat. Hampir pasti tidak bisa dipungkiri, bahwa apa yang diusung PDIP selalu leading dalam pertarungan memperebutkan posisi Wali Kota atau Bupati Blitar. Fakta ini juga yang membuat partai politik lain lebih memilih berkoalisi dengan PDIP, daripada repot memilih dan mencalonkan kadernya sendiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2