KPU Launching Pilwali Surabaya 2020, Yakin Partisipasi Pemilih Tak Turun

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 15 Agu 2020 23:20 WIB
Ketua KPU Nur Syamsi
Ketua KPU Nur Syamsi (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

KPU Kota Surabaya melaunching Pilwali Surabaya 2020. KPU Surabaya optimis partisipasi pemilih dalam pandemi COVID-19 tidak turun.

"Kami yakin pemilih di Surabaya adalah pemilih cerdas dan sadar tentang keterlibatan dan partisipasinya memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan. Target minimal jumlah pemilih sama saat Pilgub 2018 lalu," kata Ketua KPU Nur Syamsi di Dyandra Convention Hall, Sabtu (15/8/2020).

Nur Syamsi menjelaskan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilwali Surabaya 2020 berjumlah 2.193.000. Para pemilih itu akan memilih di 5.161 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Surabaya.

Nur Syamsi menjamin pada hari pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat mulai dari pemungutan suara hingga perhitungan.

"Salah satu caranya misal kita atur waktu para pemilih jam sekian pemilih ini, jam sekian pemilih ini, agar tidak ada antrean. Tata letak kursi dan lainnya juga sesuai protokol. Kita juga menyediakan masker, alat cek suhu tubuh, hingga tempat cuci tangan dan hand sanitizer," terangnya.

"Sejak awal kami akan berpedoman pada aturan protokol kesehatan. Mulai persiapan sumber daya manusianya hingga proses penyaluran anggaran. Saat ini anggaran juga sudah ditransfer Pemkot Surabaya ke KPU," lanjutnya.

Guna menaikkan minat pemilih datang ke TPS, KPU juga akan menyelenggarakan lomba selfie di TPS. Pemenang lomba itu akan mendapat reward dari KPU. Selain itu, bagi masyarakat yang sedang sakit/dalam perawatan COVID-19, KPU akan menyiapkan skema khusus.

"Kita kasih pelayanan yang sakit di rumah dan karantina mandiri. Kami jemput bola. Sepanjang data pemilih yang sakit itu disampaikan ke petugas KPPS. Kami akan menyediakan baju hazmat untuk petugasnya. APD seluruh TPS kita siapkan. Lalu masker, face shield," ungkapnya.

Dalam launching Pilwali Surabaya yang dilakukan virtual ini, KPU tidak mengundang penyelenggara ad hoc Pilwali Surabaya, yaitu Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) dalam satu tempat. Melainkan dalam pertemuan virtual. Para penyelenggara ad hoc Pilwali Surabaya mengikuti secara daring di kecamatan masing-masing.

"Bedanya launching ini dilaksanakan secara virtual. Kalau 2015 mengundang semua dalam 1 tempat. Sekarang menyampaikan kesediaan dan kesanggupan mereka menyelanggarakan pilkada secara streaming daring ini," terang Nur Syamsi.

Dalam launching Pilwali Surabaya 2020, KPU Kota Surabaya hanya menyediakan 50 kursi undangan. Berdasarkan protokol kesehatan para undangan yang menghadiri acara tersebut harus memakai masker. KPU Kota Surabaya juga menyediakan petugas untuk memeriksa suhu tubuh. Tamu undangan yang boleh masuk harus bersuhu tubuh di bawah 37,3 derajat Celcius. Selain itu tamu undangan harus cuci tangan di tempat yang sudah disediakan dan memakai hand sanitizer.

(iwd/iwd)