Uji Coba Sekolah Tatap Muka SMA/SMK di Jatim Dimulai 18 Agustus

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 15:21 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi (Foto: Faiq Azmi/File)

Pertimbangan lainnya adalah siswa SMA/SMK sederajat telah memiliki kondisi fisik dan tahap pola pikirnya mampu melaksanakan protokol kesehatan.

"Saran prasarana juga harus disiapkan, mulai dari alat cuci tangan, disinfektas dan lainnya. Tempat ibadah juga harus diperhatikan, jangan sampai alat ibadah seperti sajadah digunakan bergantian," ujarnya

Wahid juga meminta menjaga jarak dengan tidak berkeliling di kelas. Sementara untuk kantin diminta tutup dan siswa membawa bekal.

"Ada tugas dobel untuk pihak sekolah karena pertama ada siswa yang tidak diizinkan masuk sekolah oleh orang tua. Selanjutnya sekolah harus menyiapkan belajar tatap muka dan PJJ. Pelaksanaannya akan dilakukan dua minggu dan akan dievaluasi," kata Wahid.

Jika berjalan dengan baik, pada awal September, skema pembelajaran tatap muka yang menjadi percontohan nasional ini akan dikembangkan lebih besar lagi.

Wahid menambahkan, kebijakan uji coba bisa dilakukan di zona kuning dan oranye. Untuk zona merah masih belum diberlakukan. Pembelajaran tatap muka di zona kuning akan diikuti 50 persen siswa yang bergantian tiap harinya. Sedangkan di zona oranye, akan diikuti 25 persen siswa.

"Kalau zona oranye misal sekelas ada 36 siswa, maka saat uji coba hanya 9 siswa yang masuk. Sementara untuk zona hijau dan kuning bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan 50 persen siswa masuk," pungkasnya.

Halaman

(iwd/iwd)