Suami Satu Pedagang Positif COVID-19, Pasar Tugurante Blitar Ditutup

Erliana Riady - detikNews
Senin, 10 Agu 2020 12:57 WIB
Pasar Desa Bendo Tugurante
Pasar Tugurante Blitar ditutup karena suami salah satu pedagang positif COVID-19 (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Pasar Desa Bendo Tugurante, Kecamatan Ponggok, Blitar ditutup sehari. Penutupan pasar dilakukan pihak desa untuk sterilisasi setelah suami salah satu pedagang terkonfirmasi positif Corona.

Kades Bendo, Andri Tejo Mulyo menjelaskan pihaknya menerima informasi dari Surabaya jika ada dua warganya yang hasil swabnya terkonfirmasi positif Corona. Dua warga Bendo itu semua pria. Mereka positif dari hasil tracing dan testing swab pasien dokter Sony Putrananda yang meninggal dengan status positif Corona pada 28 Juli lalu.

"Sebenarnya yang pasiennya dokter Sony hanya satu. Tapi yang suaminya pedagang pasar Tugurante ini sopir ojol mobil, yang sering diajak pasiennya dokter Sony ke mana-mana. Dan dari tracing serta dites swab, hasilnya positif juga," tutur Tejo dikonfirmasi detikcom, Senin (10/8/2020).

Begitu mendapat kabar jika suami pedagang pasar terkonfirmasi positif pada Sabtu (8/8), Tejo langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Ponggok untuk melakukan tracing dan penjadwalan testing.

"Minggu (9/8) kemarin, hanya dua yang kontak erat. Salah satunya yang istrinya pedagang pasar itu. Sehingga untuk tindakan memutus rantai penularan, istrinya kami minta isolasi dan pasar kami tutup sehari untuk sterilisasi," tandasnya.

Selain menutup pasar selama sehari, hari ini direncanakan akan dilakukan tes swab massal kepada kontak erat dengan kedua warga Desa Bendo dari klaster dokter Sony.

Sementara di wilayah Kota Blitar, gugus tugas juga telah melakukan tracing terhadap 78 pasien dokter Sony yang membuka praktek pribadi di Jalan Mawar Kota Blitar. Hasilnya, enam pasiennya yang warga kota terkonfirmasi positif Corona.

"Cluster dokter Sony total ada 78, yang positif 6. Sudah kami laporkan semua," pungkas Jubir Satgas COVID-19 Kota Blitar, Moch Muchlis.

(iwd/iwd)