Round-up

Ribut soal Ibu Melahirkan Sendiri di RS Jombang hingga Bayinya Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 07:14 WIB
Seorang ibu melahirkan sendiri di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang. Akibatnya, bayi perempuan yang dia lahirkan meninggal.
Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC) Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto

"Akhirnya sampai keluar bayinya, itu pun tidak langsung dilihat. Setengah jam setelah bayi saya lahir (sekitar pukul 05.00 WIB), baru dilihat," ungkap DR dengan nada kesal.

DR baru mendapatkan penanganan medis setelah bayinya lahir. Petugas medis datang memakai baju dan alat perlindungan diri (APD) lengkap. Salah seorang di antaranya berstatus bidan di RS PMC.

"Waktu petugas datang, anak saya dioksigen, ditangani. Mereka tidak langsung bilang kalau anak saya meninggal. Baru setelah dia melakukan tindakan, dia bilang. Perasaan saya sangat kecewa, sedih juga dengan saya diperlakukan seperti itu," sambungnya.

Sang suami pun menuntut keadilan. "Waktu saya datang, kondisinya masih segar, masih merah, kok dibilang mati di dalam (kandungan) bagaimana? Kalau mati kan kondisinya biru. Saat itu bayi saya masih segar, kalau dibilang mati di dalam saya tidak terima," kata BK kepada wartawan di rumahnya.

Tahu buah hatinya meninggal dunia, BK pun naik pitam. Dia langsung mendatangi petugas medis di IGD RS PMC. Saat itu, dia mempertanyakan kinerja petugas medis rumah sakit swasta tersebut yang menurutnya tidak profesional.

"Saya ingin mendapatkan keadilan. Ke depan, instansi kesehatan khususnya di Jombang jangan membeda-bedakan pasien. Dia (DR, istri BK) reaktif kan belum tentu positif Corona. Padahal dia melahirkan bertaruh nyawa, sudah pasti mati atau hidup. Jangan sampai ada kasus seperti ini lagi," tegasnya.

Kepala Bagian Pemeriksaan RS PMC dr Bani Cahyono mengatakan, ibu berinisial DR (27) tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Selasa (4/8) pukul 01.30 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis yang berjaga saat itu, kondisi DR baru tahap pembukaan satu. Air ketuban pasien belum pecah.

"Karena pasien ini hasil rapid test-nya positif (reaktif), kami tempatkan di ruang Darusallam sebagai pencegahan saja supaya tak terjadi permasalahan. Pecah ketubannya di ruang Darusallam. Ruangan khusus untuk terduga COVID-19," kata dr Bani kepada wartawan di RS PMC.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4