Polisi Buru Tiga Pelaku Lain yang Keroyok Dokter di Banyuwangi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 12:38 WIB
Ketua LSM GMBI Banyuwangi ditangkap
Ketua LSM GMBI Banyuwangi ditangkap (Foto: Ardian Fanani/File)
Surabaya -

Polisi telah menahan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) distrik Banyuwangi, Subandik (37) atas kasus pengeroyokan dokter jaga di RSUD Blambangan Banyuwangi. Kini, polisi masih mengejar pelaku lain.

"Kami akan tetap mengejar pelaku lain, kan kita sudah amankan pelakunya. Nanti kita tetap kejar pelaku lain," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Oki Ahadian kepada detikcom di Surabaya, Kamis (6/8/2020).

Oki menambahkan dari keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, ada tiga pelaku lain yang kini belum ditangkap. Namun, Oki menyebut tak menutup kemungkinan pelaku akan bertambah.

"Ini masih kita telusuri karena berdasarkan keterangan saksi ada 3 orang. Cuma akan kita kembangkan lagi," imbuh Oki.

Sementara itu, Oki menyebut pihaknya melakukan back up dari kasus yang telah ditangani Polres Banyuwangi. Sedangkan para saksi sudah dipanggil di Banyuwangi.

"Pemeriksaan saksi sudah di Banyuwangi, tapi kalau kita perlukan akan kita panggil lagi," pungkas Oki.

Kasus ini bermula saat seorang dokter jaga di RSUD Blambangan Banyuwangi dikeroyok sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM). Para oknum LSM mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi itu, pada pukul 22.30 WIB, Senin (27/7) lalu.

Saat itu, sekelompok anggota LSM mengantarkan seorang pasien untuk berobat ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Blambangan. Dari laporan korban inisial dr K, pasien yang dibawa LSM ini sudah dilakukan tindakan medis. Kemudian rekomendasinya dilakukan rawat jalan. Karena kondisi pasien membaik sehingga tidak perlu rawat inap.

Namun dari pihak LSM menolak dilakukan rawat jalan dan meminta agar si pasien dirawat inap. Tapi dokter tetap pada rekomendasinya. LSM ini lalu membawa pasien ke rumah sakit swasta. Dari rumah sakit swasta sekelompok anggota LSM ini mendatangi IGD RSUD Blambangan. Setelah sempat cekcok dengan sejumah perawat, anggota LSM lalu mengeroyok dokter yang sebelumnya memeriksa pasien yang dibawa LSM.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 170 junto 351 dan/atau junto 214 KUHP karena melakukan kekerasan terhadap seorang pegawai negeri yang tengah melaksanakan tugas. Tersangka terancam 8 tahun hukuman kurungan penjara.

(hil/iwd)