Wanita di Pasuruan Merasa Dipaksa Akui Ibunya COVID-19, Ini Kata Rumah Sakit

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 20:50 WIB
Tirani Ika Pratiwi (35) curhat soal ibunya yang diabetes dilabeli COVID-19, saat meninggal di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Ia curhat melalui akun Facebook Tea Ranich.
Direktur RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, dr Tina Soelistiani/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan -

Tirani Ika Pratiwi (35) curhat soal ibunya yang diabetes dilabeli COVID-19. Ia merasa dipaksa RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan untuk mengakui ibunya kena COVID-19.

Namun pihak rumah sakit membantah soal aksi pemaksaan tersebut. Seperti yang disampaikan Direktur RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan, dr Tina Soelistiani.

"Kalau pasien nonreaktif tetap dilakukan pemeriksaan foto rontgen dan laboratorium. Setelah itu konsultasi dokter spesialis. Jadi untuk swab itu nanti juga hasil konsultasi dokter spesialis. Saya kira merasa dipaksa atau tidak itu relatif dari yang menerima. Tapi tujuan utama kita tidak pernah memaksa keluarga pasien. Tujuan kita memberikan keterangan yang sebenar-benarnya," kata dr Tina Soelistiani, Selasa (4/8/2020).

Pihak rumah sakit menegaskan tidak ada pemaksaan. Semua berdasarkan hasil rangkaian pemeriksaan medis.

"Itu kan yang menulis merasa dipaksa, sementara kita dari IGD tidak ada maksud memaksa. Saya pastikan tidak ada pemaksaan seperti itu. Pasien sendiri meninggal dalam status probable COVID-19. Belum di-swab," terang Tina.

Selanjutnya
Halaman
1 2