Isi Lengkap Curhatan Wanita di Pasuruan soal Ibunya Diabetes Dilabeli COVID-19

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:51 WIB
Seorang wanita curhat di Facebook soal ibunya yang meninggal dunia dalam perawatan di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan. Lewat akun Tea Ranich, ia menyebut ibunya yang diabetes dilabeli COVID-19.
Pemakaman jenazah ibu pemilik akun Tea Ranich/Foto: Istimewa
Pasuruan -

Seorang wanita curhat di Facebook tentang ibunya yang menderita diabetes dilabeli COVID-19 saat meninggal di RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan. Unggahan tersebut berjudul 'Bukan COVID-19'.

Hingga saat ini, unggahan tersebut mendapat 306 komentar dan 419 like. Unggahan itu juga sudah 485 kali dibagikan.

Akun Tea Ranich bercerita panjang lebar dan sangat detail terkait peristiwa yang dialaminya. Ia bahkan menyertakan kronologi lengkap dengan hari dan jamnya. Berikut curhatan lengkap Tea Ranich.

Bukan COVID 19...

Saya bukan tipe orang yang suka berargumen dan saya juga bukan penulis.tapi pengalaman ini ingin membuat saya menulis berbagi kisah agar mungkin bisa menjadi pengalaman buat yang lain.sebelumnya sy mohon maaf tanpa sengaja menyinggung pihak Laen saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi sesuai yang sy rasakan.

Ibu saya memang sudah lama sering sakit beliau mempunyai riwayat diabetes tinggi.hari itu tidak biasa mengeluh panas demam seperti sakit sebelumnya sudah sering seperti itu tapi membaik dengan sendirinya.kali ini setelah d tes diabetnya tinggi 500 .hari itu sy panik..sy bawa k sebuah klinik d desa karena berita ttg Corona membuat sy takut membawa ibu sy ke rumah sakit terbesar d kota ku terlebih lagi berita viral yg terjadi kemarin saat kasus jenazah di jemput paksa oleh warga.

Selasa,28-07-2020 jam 15.30 saya bawa ibu saya ke klinik bukan ke rumah sakit. Seperti biasa d rawat biasanya pake Askes kali in pake umum ..tidak apalah yang penting ibu sehat dari pada harus Askes tapi d coronakan.

Kamis,30-07-2020 jam 11.30 di pihak klinik swasta sesuai anjuran dokter sy mengantar ibu sy ke laboratorium untuk periksa lebih detail.dokter menyarankan untuk ronsen Krn di duga panas ibu bersumber dari paru-paru.meski tidak merasa sesak karena sebelumnya juga tidak pernah menderita penyakit paru-paru.hasil ronsen baru akan keluar Senin

Jumat,31-07-2020 saya tetap menemani ibu saya d klinik meski kondisi sy juga sakit waktu itu.sy mengajukan pulang paksa karena saya pikir selama beberapa hari disini ibu tetep tidak sembuh total hanya sedikit membaik dan biaya juga semakin membengkak.ini juga permintaan beliau karena beliau ingin istirahat di Lumbang tempat kelahirannya.

Sabtu,01-08-2020 saya meminta dokter untuk memulangkan ibu.karena keadaan sudah cukup baik meski belum sembuh total dokter menyetujui.

Jam 15.00 ibu diantar ke Lumbang dengan sepeda .beliau ckup kuat ditengah sakitnya masih bisa bertahan sampai d tempat tujuan.

Jam 23.30 sy dpt telpon dr keluarga Lumbang kalo nafas ibu sudah sesak bahkan tidak sadar.tengah malam sy panik spontan langsung naik grab mobil menjemput ibu sy untuk d larikan kerumah sakit d keraton.

Minggu ,02-08_2020 jam 03.00 sy membawa ibu ke rumah sakit dikraton sampai sana hanya dikasih oksigen dan tidak dilakukan tindakan apa2.petugas medis menyarankan membawa kerumahsakit yang lebih lengkap.karena tidak ada alat untuk paru paru.setengah keadaan bingung sy terpaksa membawa ke rumah sakit viral itu .berharap cemas dan melupakan kejadian tentang kemarin yang sempat viral.ketakutan ku AQ tepis demi kesembuhan ibuku.

Jam 03.30 langsung di IGD dan ibuku langsung di larikan d kamar isolasi dan ini awal dari penyesalanku ..

Dokter : sudah berapa hari ibunya sakit?

AQ: sy ceritakan gejala awal BLA BLA sampe akhir

Dokter: menurut gejala sakit yg ibu derita ada indikasi terkena virus covid.tapi nanti kita cek lebih lanjut

Jam 05.00 sy mencoba mengintip ruang isolasi tidak ada tanda ibu bergerak sy pasrah tapi hasil belum keluar.

Tonton video 'Pemerintah Soal Obat Covid-19 Hadi Pranoto: Jangan Asal Klaim!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2