RS Sebut Ibu di Pasuruan Dilabeli COVID-19 Karena Didiagnosa Probable

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 18:45 WIB
Tirani Ika Pratiwi (35) curhat soal ibunya yang diabetes dilabeli COVID-19, saat meninggal di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Ia curhat melalui akun Facebook Tea Ranich.
Direktur RSUD dr R Soedarsono, dr Tina Soelistiani/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan -

Tirani Ika Pratiwi (35) curhat soal ibunya yang diabetes dilabeli COVID-19, saat meninggal di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Ia curhat melalui akun Facebook Tea Ranich.

Kini pihak rumah sakit angkat bicara menanggapi curhatan Tirani. Direktur RSUD dr R Soedarsono, dr Tina Soelistiani menegaskan, penanganan ibu dari Tirani sudah sesuai prosedur.

Tina menguraikan, pasien datang ke IGD pada Minggu (2/8) sekitar pukul 03.30 WIB. Seperti pasien yang lain, dokter jaga melakukan screening COVID-19 untuk mengetahui gejala pasien. Tujuannya memisahkan supaya tidak berdampak pada pasien lain, jika ternyata pasien tersebut terjangkit COVID-19.

"Secara klinis hasil rapid test nonreaktif. Tapi kita tahu bersama bahwa rapid test bukan acuan utama untuk menentukan diagnosa COVID-19 atau bukan," kata Tina, Selasa (4/8/2020).

"Kemudian dilakukan pemeriksaan foto torak dan dilakukan pemeriksaan lab. Kemudian dokter jaga sudah konsultasi ke dokter spesialis paru. Dan memang pasien ini punya riwayat diabetes. Maka kami periksa juga gula darahnya," imbuhnya.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut, pasien datang dengan sesak napas berat. Pasien didiagnosa gagal napas, probable COVID-19 (PDP) dan diabetes melitus.

Tonton video 'Kasus dan Angka Kematian Covid-19 di Jatim Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2