Belum Tahu Kapan Digelar, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Terus Dikaji

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 10:46 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Supomo
Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Selama pandemi COVID-19, proses belajar mengajar di Surabaya dilakukan secara daring. Kegiatan tersebut telah berlangsung selama 5 bulan.

Pemkot Surabaya berencana akan melaksanakan sekolah tatap muka di 21 SMP di Surabaya. Sebagai tahap awal, 5 dari 21 SMP dijadikan pilot project.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Supomo sempat menggelar pertemuan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, IDI, pakar epidemiologi hingga dokter anak. Rencana dibukanya kembali sekolah karena melihat peta Surabaya yang tren kasusnya sudah terus menurun 8 hari ini.

"Mulai kemarin Senin (3/8) kami siapkan sekolah-sekolah terus guru-guru disiapkan. Terutama perilakunya anak dan guru, semua stake holder yang ada di Surabaya kita siapkan. Ketika nanti situasinya sudah memungkinkan kita sudah siap," kata Supomo, Selasa (4/8/2020).

Belum pasti kapan 21 SMP ini akan dibuka, namun Dispendik Surabaya terus melakukan kajian dan analisa dari segala aspek. Mulai dari kesiapan sekolah, kondisi guru, kondisi siswa hingga wali murid.

"Semua kita analisa ketika nanti semua item-item mendukung kita buka," ujarnya.

Supomo menyebutkan jika terdapat beberapa indikator yang bisa untuk membuka kembali sekolah di Surabaya. "Faktor sarana prasarana guru, data sebaran orang yang terkena itu pertimbangan bisa buka atau tidak," kata dia.

Selain itu, izin orang tua juga salah satu peran aktif yang dilakukan dispendik. Dimana wali murid harus mengetahui, karena tanggung jawab anak ada pada orang tuanya.

"Jadi jangan sampai di sekolah terkendali tapi di luar sekolah tak terkendali," ucapnya.

Sementara Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto mengatakan jika masih ada waktu untuk mempersiapkan sekolah sebelum dibuka kembali.

"Termasuk sarpras, data orang tua, data guru termasuk data murid termasuk juga pendataan terkait kesehatan anak, orang tua sebagainya kita hitung. Masih ada waktu," kata Irvan.

(iwd/iwd)