Dua SMP di Surabaya Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 20:50 WIB
Sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar belajar secara tatap muka. Hari ini, ada dua sekolah yang menggelar simulasi.
Simulasi sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan di Surabaya/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Sebanyak 21 SMP di Surabaya akan menggelar sekolah tatap muka. Hari ini, ada dua sekolah yang menggelar simulasi.

Yang pertama SMPN 3 Surabaya. Simulasi sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan tidak melibatkan siswa. Dalam simulasi ini, yang menjadi siswa merupakan para guru. Sebelum memasuki area sekolah, petugas akan mengecek suhu tubuh di tangan. Kemudian disemprot disinfektan. Jalurnya pun dipisahkan antara perempuan dan laki-laki dengan tetap jaga jarak.

Setelah itu, siswa menuju ruang kelas dengan diarahkan petugas. Sebelum masuk kelas, siswa wajib mencuci tangan dengan sabun, sepatu dilepas dan ditaruh di rak dan masuk ke kelas sesuai tempat duduk yang telah diatur jaraknya.

Saat di kelas, guru juga memberitahu apa saja protokol kesehatannya. Masing-masing kelas terdapat 20 siswa. Ketika pelajar ingin pergi ke toilet, petugas maupun guru akan mengantarkan dan siswa tidak boleh memegang gagang pintu.

"Masuknya masing-masing kelas kita beri selisih waktu 30 menit. Misalnya kelas 9 masuk jam 07.00 WIB, kelas 8 masuk jam 07.30 WIB, dan kelas 7 jam 08.00 WIB. Selisih waktu ini kami berikan biar nggak ada penumpukan anak. Kami juga minta siswa untuk bawa bekal," kata Plt Kepala Sekolah SMPN 3 Surabaya, Ahmad Syaroni, Senin (3/8/2020).

"Nanti akan ada petugas yang mengarahkan dan membantu siswa. Bahkan sebelum siswa keluar kamar mandi, mereka akan disemprot disinfektan dulu. Saat pelajaran juga meniadakan istirahat, siswa boleh makan sambil mengerjakan tugas. Tapi kalau mereka ingin makan nasi, mereka bisa izin dan akan kami sediakan tempat," jelasnya.

Simulasi sekolah tatap muka juga dilakukan di SMPN 15 Surabaya yang sudah mempersiapkan protokol kesehatan. Mulai dari memasuki gerbang sekolah, kelas, bahkan hingga saat siswa pulang. Protokol kesehatannya pun sama.