Gudang Kayu di Kediri Ludes Terbakar, Kerugian Rp 1,5 Miliar

Andhika Dwi - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 00:40 WIB
Gudang kayu dan mebel di Jalan Banda, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare ludes terbakar. Kerugian pemilik gudang ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.
Gudang kayu di Kediri yang ludes terbakar/Foto: Andhika Dwi
Kediri -

Gudang kayu dan mebel di Jalan Banda, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare ludes terbakar. Kerugian pemilik gudang akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.

Gudang tersebut milik Sutarianto (48), warga Jalan Maluku, Desa Gedangsewu. Itu merupakan tempat penggergajian, gudang penyimpanan dan pengolahan bahan baku kayu untuk mebel ekspor.

Seorang saksi mata, Rizal menjelaskan, sebelum terjadi kebakaran, di gudang itu ada aktivitas pengeringan kayu di mesin oven. Kemudian sekitar pukul 20.00 WIB, tampak kepulan asap dari mesin oven.

Selanjutnya, Rizal menghubungi pemilik gudang, Sutarianto, yang kemudian langsung menghubungi petugas PMK Kabupaten Kediri. Berdasarkan keterangan saksi, api dimungkinkan berasal dari tempat pengeringan kayu yang terlalu panas sehingga mengakibatkan kebakaran.

"Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran kemungkinan disebabkan oleh tempat pengeringan kayu yang terlalu panas. Sehingga mengakibatkan kebakaran," jelas Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono. Senin (3/8/2020).

Polres Kediri bersama Polsek Pare membantu petugas melakukan proses pemadaman api. Bahkan karena gudang berisi kayu bahan mebel, api terbilang sulit dipadamkan. Pemadaman menggunakan tiga unit truk PMK milik Pemkab Kediri dan satu kendaraan PMK dari Kota Kediri. Petugas membutuhkan sekitar 12 tangki air untuk memadamkan kebakaran tersebut.

"Alhamdulillah, api berhasil dijinakkan petugas setelah berulang kali melakukan pembasahan pada titik api dari PMK Kota dan Kabupaten Kediri pada pukul 23.30 WIB. Kendati demikian, anggota sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran ini," tambah Lukman.

Ia memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kebakaran ini. Namun pemilik gudang mengalami kerugian kurang lebih Rp 1,5 miliar.

(sun/bdh)