Anak dengan Gangguan Jiwa Tusuk Ibu Setelah Nonton YouTube

Erliana Riady - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 17:55 WIB
anak tusuk ibu
Polisi ringkus anak yang tusuk ibunya (Foto: Erliana Riady)
Blitar -

Seorang lelaki paruh baya diringkus petugas kepolisian. Dia dilaporkan baru menusuk ibunya menggunakan sebilah pisau dapur. Namun karena statusnya ornag dengan gangguan jiwa (ODGJ), penanganan lebih lanjut dilakukan tiga pilar.

Tiga pilar itu yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan lurah setempat. Kapolsek Sukorejo AKP Slamet mengatakan pihaknya menerima laporan adanya peristiwa di Jalan Mayang Selatan Kelurahan Sukorejo.

"Kami datang ke lokasi untuk membantu mengamankan pelaku. Namun karena pelaku ODGJ, maka tidak ada penanganan hukum di Polsek Sukorejo," jawab Slamet dikonfirmasi detikcom, Senin (3/8/2020).

Informasi yang dihimpun detikcom dari keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, pelaku bernama Agung Sasmitaningtyas. Pria berusia 45 tahun ini tiba-tiba menusuk ibunya bernama Undayati (65) memakai sebilah pisau dapur.

Mendapat serangan mendadak itu, sang ibu berhasil menangkisnya dengan tangan kiri. Dan akibatnya, tangannya terluka cukup parah. Usai menyerang sang ibu, pelaku lari keluar rumah dan menyerang siapapun yang dijumpainya di jalan. Agus berhasil diringkus polisi kemudian dibawa ke shelter PMKS milik Dinsos Pemkot Blitar di Jalan Bakung Kota Blitar.

Pendamping Kesejahteraan Sosial Kecamatan (PKSK) Sukorejo, Nurhasim membenarkan jika Agung merupakan ODGJ. Agung menderita depresi sejak 2015 lalu karena ditinggal istrinya ke Kalimantan.

"Keterangan kakaknya yang tinggal satu rumah, pelaku sebelumnya nonton YouTube pembunuhan. Dia bilang ibunya, ayo buk kita praktikkan seperti film ini, lalu mengambil pisau di dapur dan langsung menyerang ibunya," terang Nurhasim.

Akibat serangan itu, sang ibu dilarikan ke RS Syuhada Haji. Lukanya sedalam 3 cm dengan panjang 15 cm sehingga harus dijahit. Sementara pelaku masih diamankan di shelter dinsos.

"Ini masih dibuatkan surat rujukan oleh puskesmas. Rencananya kami bawa ke RSJ Lawang," pungkasnya.

(iwd/iwd)