Kasus Fetish Pocong, Psikolog Ingatkan Ini Agar Terhindar dari Pelecehan

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 11:28 WIB
fetish kain jarik
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Kasus predator fetish kain jarik mahasiswa Unair yang viral di media sosial menelan banyak korban. Agar tidak menjadi korban kelainan seksual yang berujung pada pelecehan seksual, sejumlah tips dari psikolog ini perlu untuk disimak.

Pelecehan seksual ini bisa menimpa siapa saja, baik perempuan hingga laki-laki. Untuk itu, psikolog dari Help Center Unair Ike Herdiana, M.Psi mengatakan hal pertama yang harus dilakukan yakni meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada orang yang bersifat tak lazim.

"Pertama, meningkatkan kewaspadaan dan lebih aware dengan keadaan sekitar. Lihat-lihat apakah di sekitar Anda ada orang berperilaku tidak lazim, sebaiknya langsung menjauh," kata Ike kepada detikcom di Surabaya, Senin (3/8/2020).

Tak hanya itu, Ike juga meminta masyarakat agar belajar asertif dan berani untuk berkata tidak pada ajakan yang tidak wajar. Terlebih pada ajakan yang mengarah pada seksualitas.

Sementara jika ada seseorang yang berusaha mendekati dengan pendekatan yang mengarah pada pelecehan seksualitas, Ike menyarankan agar menceritakan hal ini ke orang terdekat.

"Cerita secara terbuka pada kawan, keluarga, guru atau dosen ketika ada orang yang berusaha mendekati anda dengan pendekatan-pendekatan yang mengarah pada seksualitas," pesannya.

Selain itu, Ike juga mengingatkan pentingnya menjalin pertemanan yang sehat, saling supportif dan positif dalam bertindak. Untuk itu perlu memilih dan memilah seseorang dalam berteman.

"Segera laporkan jika melihat ada teman atau orang sekitar yang mencurigakan atau mengganggu," lanjut Ike.

Di kesempatan yang sama, Ike berpesan agar masyarakat berhati-hati jika ada ajakan mengkonsumsi tayangan yang mengandung pornografi atau pornoaksi. Hal ini dikhawatirkan bisa mengarah ke aktivitas pelecehan seksual.

Ike juga mengingatkan masyarakat selalu membekali diri dengan alat semprot, misalnya semprotan merica untuk membantu jika ada pemaksaan atau ancaman seksualitas secara tiba-tiba.

"Bekali diri dengan alat-alat yang bisa membantu jika terjadi pemaksaan atau ancaman seksualitas terhadap fisik secara tiba-tiba. Biasanya alat semprot atau alat lain yang sekiranya membantu. Intinya jangan benda tajam atau benda yang membahayakan jiwa," pungkas Ike.

(hil/iwd)