Pro Kontra 21 SMP di Surabaya Dibuka Kembali di Tengah Pandemi COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Minggu, 02 Agu 2020 17:51 WIB
puluhan remaja nongkrong di jalanan surabaya
Puluhan anak bersepeda saat malam hari (Foto file: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

21 SMP di Surabaya rencananya dibuka kembali di tengah pandemi COVID-19, meski belum dipastikan tanggalnya. Namun sebelum dibuka, Pemkot Surabaya akan melakukan simulasi tatap muka terlebih dulu.

Alasan sekolah kembali dibuka karena setiap malam banyak anak-anak ditemukan bersepeda saat malam hari. Bukan beristirahat. Apalagi sejak pandemi COVID-19, belajar daring sudah dilakukan 5 bulan.

Dibukanya kembali sekolah tatap muka ini pun mendapat berbagai respon dari para wali murid. Baik pro hingga kontra.

Salah satu wali murid SMP dari Rungkut Kidul, Mey Sumarni mendukung 100% agar sekolah kembali dibuka. Sebab, dia merasa anak tidak mudah konsentrasi saat diberikan materi secara daring.

"Bagus lah, orang mal aja buka, sekolah masa nggak buka. Saya dukung 100%. Kalau pakai zoom kurang maksimal. Anaknya kadang denger (Gurunya mengajar) saja belum tentu disimak apa yang dikatakan gurunya. Kan daring sambil tidur-tiduran bisa, kurang konsentrasi. Kalau di sekolah kan konsentrasi," kata Mey kepada detikcom, Minggu (2/8/2020).

Jika sudah new normal, lanjut Mey, harusnya lebih diperhatikan lagi untuk daring. Pemerintah juga harus melihat apakah belajar daring cocok untuk anak-anak, terlebih untuk kelas 9.

Selanjutnya
Halaman
1 2