Dispendik Surabaya Bahas 21 SMP Akan Dibuka Lagi di Tengah Pandemi

Esti Widiyana - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 14:53 WIB
Hari Pertama Tahun Ajaran Baru Digelar Daring, Para Siswa Tetap Berseragam
Ilustrasi (Foto file: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Dispendik Surabaya berencana membuka kembali proses belajar tatap muka. Rencananya, sebanyak 21 SMP akan memulai proses belajar tatap muka dengan protap COVID-19 ketat.

Alasan Pemkot Surabaya membuka sekolah dengan tatap muka setelah menerapkan sistem daring, lanjut Febri, karena setiap malam hari, anak-anak bukannya istirahat malam bersepeda.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dispendik Surabaya Sudarminto mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan. Disusul persiapan matang untuk memulai kembali proses belajar tatap muka yang tidak aktif sejak 5 bulan lalu.

"Iya ini sedang brifing, sebentar ya. Ini kami lagi mendata," kata Sudarminto kepada detikcom, Sabtu (1/8/2020).

Sebelumnya, Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, pihaknya akan menggelar simulasi penerapan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan sebelum sekolah dibuka lagi. Selain itu, dipastikan setiap protokol kesehatannya juga siap. Sebelum benar-benar dibuka, Pemkot Surabaya akan lebih dulu melakukan simulasi di SMP tersebut.

"Jadi memang Pemkot Surabaya berencana akan memasukkan (siswa), tapi tidak semuanya. Jadi ini sekarang masih di cek dulu terkait protokol kesehatan," kata Febri.

Simulasi akan dilakukan di sekolah SMP yang masuk zona hijau di tengah pandemi COVID-19. Selanjutnya, Pemkot Surabaya akan melakukan survei kepada siswa dan orang tua, yang tempat tinggalnya tidak jauh dari sekolah. Hal tersebut untuk menentukan pembatasan jumlah siswa yang masuk sebab kuota akan dibatasi.

"Yah memang gak akan semua masuk. Ini juga sedang disiapkan pembelajaran dari teman-teman Kominfo kerja sama dengan TV (Swasta). Nantinya akan ada yang dari televisi, ada yang masuk sekolah. Jadi ini pembelajarannya nyambung, bisa juga shift-shift-an," pungkasnya.

(fat/fat)