Operator Tambang Emas Banyuwangi Sebar Puluhan Hewan Kurban Bersertifikasi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 15:15 WIB
pt bsi hewan kurban
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Pemeriksaan kesehatan hewan ternak untuk kurban yang akan disebar ke panitia penyembelihan harus dilakukan. Pemeriksaan marathon pun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Salah satunya adalah hewan kurban milik operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi PT Bumi Suksesindo (BSI). Sebelum didistribusikan, puluhan sapi dan kambing telah lulus sertifikasi dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi.

"Hewan Kurban yang kami telah bersertifikasi sehat. Sebelum kami beli sudah diperiksa oleh Dinas Pertanian," ujar Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Pada peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini, PT Bumi Suksesindo (BSI) kembali memberikan bantuan puluhan hewan kurban kepada masyarakat. Sudarmono mengatakan total jumlah hewan kurban yang diberikan sebanyak 72 ekor, yang terdiri dari 25 ekor sapi, dan 47 ekor kambing.

Jumlah tersebut sudah termasuk bantuan dari kontraktor yang beroperasi di Operasi Tujuh Bukit, seperti Kontruksindo, Trans Continent, PT MPM, Indodrill, PT PBU, Cakra Jawara, PT Bagong, United Tractors, Nawakara, HIAST, dan Koperasi BLSS Sumberagung. Koperasi Wanita Mawar Mekar Sumberagung juga turut berpartisipasi memberikan bantuan hewan korban.

"Bantuan ini merupakan agenda tahunan perusahaan. Alhamdulillah, berkat dukungan perusahaan rekanan, jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun (2019 berjumlah 59 ekor)," kata Sudarmono, saat penyerahan secara simbolis berlangsung di masjid Baitul Makmur Silirbaru, Sumberagung, Pesanggaran.

"Bantuan ini kami berikan melalui pengurus masjid dan musala yang ada di sekitar perusahaan, di Ring 1 Pesanggaran," ujar tambahnya.

Pemberian bantuan ini bertepatan dengan kondisi masyarakat yang kurang baik akibat virus corona COVID-19. Sudarmono berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Sementara itu, untuk program pencegahan COVID-19, PT BSI sudah mengeluarkan bantuan lebih dari Rp 3 miliar. Bantuan yang diberikan berupa ventilator, alat rapid test, masker, baju hazmat, pengadaan tempat cuci tangan, hingga bantuan paket sembako.

"Untuk saat ini bantuan juga kita fokuskan kepada panitia penyembelihan hewan kurban. Agar kegiatan di masjid, Ponpes dan beberapa tempat penyembelihan tidak menjadi lokasi penyebaran COVID-19," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan COVID-19 antara lain terkait dengan sumber daya manusia (SDM), proses pemilihan hewan kurban, penyembelihan dan pengelolaan, hingga pendistribusian daging kurban.

"Baik penjual kambing, pembeli, bahkan panitia diwajibkan memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk selalu menjaga jarak, memakai masker, sarung tangan, kacamata safety, apron dan sepatu boots," kata Arief.

Selain SDM, kata Arief, pihaknya juga memberlakukan standar pemilihan hewan kurban. Untuk mendapatkan hewan kurban yang sehat, Arief mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban hanya di tempat-tempat yang telah tersertifikasi oleh Dinas Pertanian. Para pedagang kambing tersebut mendapat surat sertifikat resmi dari dinas sebagai tanda telah memenuhi standar pemilihan hewan kurban dan patuh pada aturan protokol kesehatan.

"Belilah ternak ditempat yang sudah tersertifikasi. Selain lebih aman karena protokol kesehatannya jalan, ternak yang dibeli di tempat-tempat tersebut kami jamin bebas penyakit dan sesuai syari'at Islam," ujar Arief.

Sertifikasi penjual tersebut telah dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan, yang meliputi pemeriksaan ante mortem (pemeriksaan kesehatan ternak sebelum dilakukan pemotongan) ke sejumlah lapak penjual. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ternak, sekaligus mengecek penerapan protokol kesehatan di lapak tersebut.

(iwd/iwd)