Tambang Emas Banyuwangi Rekrut Perempuan untuk Sopiri Truk 40 Ton

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 17:12 WIB
tambang emas tumpangpitu
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Emansipasi wanita dalam dunia pertambangan dilakukan di Banyuwangi. Operator tambang emas Gunung Tumpangpitu, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI) menerima 3 orang perempuan dalam program Green Operator Training di site Tujuh Bukit. Mereka bakal bekerja mengendarai articulated dump truck (ADT) dengan kapasitas 40 ton.

Selain 3 perempuan, PT BSI juga melatih 3 orang laki-laki. Mereka adalah warga ring 1 yakni di Kecamatan Pesanggaran. Peluncuran program pelatihan ini dilaksanakan di Kantor External Affairs PT BSI, Sabtu (4/7/2020).

Desynta Eka Fitriani, dari Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung menjadi salah satu warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran yang lolos dari seleksi. Dirinya mengaku semangat setelah menyisihkan 66 warga yang mendaftar dalam program tersebut.

"Tentu ini menjadi semangat baru dari saya. Wanita tak hanya bekerja di dapur dan sumur. Tapi juga di dunia pertambangan. Ini kesempatan saya, saya yakin bisa," ujarnya kepada detikcom.

Desynta mengaku operator tambang emas PT BSI memberikan kesempatan bagi warga sekitar tambang untuk berkiprah di dunia pertambangan emas terbesar kedua di Indonesia ini.

"Tentu sangat bangga. Kami berterima kasih kepada PT BSI yang peduli dengan kami warga sekitar. Ditengah pandemi COVID-19 sangat sulit mencari pekerjaan. Dan kami terpilih," pungkasnya.

Manager Human Resources PT BSI, Adi Firdaus mengatakan, pihaknya mengaku telah melakukan seleksi kepada 72 warga ring satu di Kecamatan Pesanggaran. Enam orang terpilih menjadi karyawan level nonstaf (helper atau crew). Syaratnya mereka berperilaku baik, bertekad kuat, dan berkeinginan menjadi operator alat berat di pertambangan.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, lanjut Adi, tahun ini perusahaan memutuskan menggelar program pelatihan kerja atau on job training (OJT) untuk kebutuhan operator alat berat.

"Masyarakat untuk mendaftar dan mengikuti seleksi cukup tinggi. Dari 72 pendaftar yang mengikuti seleksi, terpilih enam orang terdiri atas tiga wanita dan tiga laki-lakiuntuk mengikuti program pelatihan selama dua tahun," tambahnya.

Peserta program ini dipilih dari mereka yang benar-benar pemula, yang sama sekali belum menguasai perihal alat berat. "Trainer kami akan melatih mereka sampai menguasai alat berat sekaligus aspek-aspek keselamatan yang dibutuhkan," kata Adi.

Saat ini hanya ada seorang operator wanita aktif di site Tujuh Bukit, sehingga keikutsertaan peserta wanita dalam program ini bisa menambah jumlahnya sekaligus menunjukkan bahwa wanita juga bisa mengerjakan pekerjaan "laki-laki".

Selama masa pelatihan, peserta ini mempelajari teknik-teknik dasar pertambangan, kesehatan dan keselamatan kerja (K3), dan pengoperasian alat berat: khususnya articulated dump truck (ADT).

"Mereka diharapkan dapat membentuk pekerja yang terlatih serta berdedikasi tinggi dalam pekerjaan dan penerapan K3," pungkasnya.

Sementara itu, Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono menjelaskan program ini sangat strategis bagi perusahaan karena menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di sekitar lokasi tambang sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan.

Sebelumnya, program sosial perusahaan diarahkan pada delapan bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM): pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas, dan infrastruktur.

"Ini merupakan program perdana di BSI. Semoga bermanfaat bagi para peserta dan keluarganya," katanya.

Tonton juga 'Tambang Emas Tradisional di Solok Selatan Runtuh, 9 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)