11 Ibu Hamil di Surabaya Positif COVID-19, Isolasi di Hotel Asrama Haji

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 18:52 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Surabaya -

11 Ibu hamil dinyatakan positif COVID-19 setelah mengikuti tes swab pada Selasa (21/6). Kini mereka diisolasi di Hotel Asrama Haji selama 14 hari ke depan.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan ada 187 inu hamil yang mengikuti tes swab. Dari jumlah itu, baru 50 yang keluar hasilnya.

"Untuk gelombang pertama hari ini sudah keluar sekitar 50 hasil tes swab. Dan hasilnya 11 yang positif dari 50 itu. Total semua yang di swab 187," kata Febri kepada wartawan di Pemkot Surabaya, Rabu (29/7/2020).

Febri menjelaskan ibu hamil yang dikarantina di Hotel Asrama Haji akan dikelompokan menjadi satu blok khusus. Nantinya mereka akan dikontrol secara berkala oleh Dinas Kesehatan.

"Sebelum diisolasi ada konsultasi dengan dokter kandungannya, bagaimana perjalanan ibu hamil tersebut sehingga teman Dinas Kesehatan tahu ceritanya seperti apa," ungkap Febri.

Febri menambahkan 11 ibu hamil yang dinyatakan positif COVID-19 ini diisolasi selama 14 hari. Jika nantinya kondisinya baik, maka diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri.

"Berdasarkan aturan menteri kesehatan, ketika swab pertama harus isolasi secara mandiri selama 10 hari. Nantinya dalam 10 hari kondisinya bagus, orang ini dalam kondisi baik dan sehat. Namun Pemkot menambahkan selama 14 hari," lanjut Febri.

Febri menjelaskan kondisi kesehatan secara umum nantinya akan dilihat terlebih dahulu oleh tim dokter setelah menjalani isolasi. Nantinya bila ada rujukan ke rumah sakit, akan diarahkan oleh Dinas Kesehatan.

"Ketika kondisi umumnya sudah diketahui, nantinya ditentukan ke rumah sakit mana. Diharapkan dengan itu, ibu hamil ini bisa secara kooperatif menyampaikan ke bidan kelurahan maupun ke puskesmas," lanjut Febri.

Sementara itu, tes swab untuk ibu hamil dalam masa kandungan 37 minggu ini akan terus dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya setiap hari Selasa di masa pandemi ini.

"Kami terus memberikan pelayanan pada ibu hamil di tengah pandemi ini. Mereka harus mendapatkan prioritas pelayanan," tandas Febri.

(iwd/iwd)