Jenazah Probable Diisukan Diambil Paksa, Pemakaman Dijaga Ketat Polisi

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 18:11 WIB
pemakaman probable banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Pemakaman seorang warga yang diduga probable Corona di Banyuwangi dijaga ketat polisi. Satu satuan setingkat kompi (SSK) personel Polresta Banyuwangi disiagakan guna mengamankan pemakaman jenazah probable Corona di Kecamatan Tegalsari.

Hal ini dilakukan karena muncul isu adanya niatan masyarakat yang ingin memulangkan dan memulasarakan sendiri jenazah dari salah satu rumah sakit swasta di Banyuwangi ini.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman asmara Syarifuddin membenarkan hal tersebut. Sesuai informasi yang didapat, pihaknya menerima informasi adanya adu mulut antara pihak keluarga korban dengan pihak dokter RS Al Huda mengenai pemulangan jenazah probable COVID-19.

"Memang ada cekcok antara petugas rumah sakit dengan keluarga. Tidak ada pengambilan paksa korban, hanya sebatas baru keinginan pihak keluarga membawa jenazah hingga ada cekcok adu mulut," ungkapnya kepada detikcom, Jumat (24/7/2020).

Penurunan personel itu, kata Arman, karena pertimbangan keamanan. "Sifatnya antisipasi dan menjelaskan kepada pihak keluarga korban mengenai status korban probable COVID-19," jelas Arman.

Tim gugus tugas bersama kepolisian melakukan pendekatan dan penjelasan, melalui perwakilan pihak keluarga mengenai aturan terhadap orang yang diduga probable COVID-19 dengan SOP pemulasaran jenazah. Akhirnya pihak keluarga bisa memahami bahwa tidak boleh satu orang pun membawa probable COVID-19 tanpa standar operasional prosedur (SOP) kesehatan pemulasaran jenazah.

"Kami sampaikan bahwa korban probable virus corona tidak boleh dibawa oleh pihak keluarga secara sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan SOP oleh petugas pemulasaran jenazah," katanya.

Selanjutnya, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 100 personel anggota Polresta Banyuwangi yang berpakaian dinas, dan lengkap mengenakan alat pelindung diri (APD) dan Hazmat juga bersiaga di sekitar lokasi tempat pemakaman umum (TPU) tempat jenazah dikebumikan.

"Pihak keluarga bisa menyadari bersama-sama dengan pihak gugus tugas dan kepolisian jenazah dikebumikan berlangsung aman dan lancar," terang Arman.

Probable virus corona yang meninggal dunia tersebut sesuai kartu tanda penduduk (KTP) adalah warga asal Kabupaten Pamekasan. Korban datang bersama istri ke Banyuwangi untuk bekerja dan ada pihak keluarga di Kecamatan Tegalsari bersama sepupu.

"Dari hasil darah menunjukkan ada tanda-tanda terindikasi probable COVID-19. Untuk hasil swabnya masih belum keluar," tandasnya.

Tonton video 'Tito Karnavian: Secara Teori Jenazah Covid-19 Paling Baik Dibakar':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)