Kronologi Perampokan Rp 259 Juta dengan Modus Pecah Kaca Mobil di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 21:59 WIB
Nasabah bank diimbau tidak meninggalkan uang di dalam mobil. Karena perampok bisa dengan cepat memecah kaca mobil dan mengambil uang tersebut.
Pelaku perampokan mempraktikkan modus pecah kaca/Foto: Enggran Eko Budianto

Sedangkan Hariyanto berperan mencari sasaran. Dia mengamati setiap nasabah yang mengambil uang dalam jumlah besar. Selanjutnya dia membuntuti calon korbannya. Tersangka juga mengalihkan perhatian tukang parkir agar Angga bisa leluasa beraksi tanpa ketahuan.

"Modusnya sudah terorganisir. Sebelum beraksi, mereka mengatur supaya berjalan mulus," terang Dony.

Tersangka Angga mengaku sudah lima kali mencuri uang nasabah bank dengan modus pecah kaca mobil. Dia belajar secara otodidak cara cepat memecah kaca mobil.

"Saya belajar dari YouTube. Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari," tandasnya.

Komplotan ini sudah beraksi 5 kali dalam kurun waktu 2008 sampai 2020. Yaitu dua kali di Kabupaten Mojokerto, masing-masing satu kali di Pasuruan, Malang dan Gresik.

Ketiganya tercatat sebagai residivis dalam kasus yang sama. Angga dan Husin pernah diringkus di Pasuruan tahun 2015 dan di Malang tahun 2017. Sedangkan Hariyanto diringkus di Jombang tahun 2008 dan di Kota Blitar tahun 2016.


(sun/bdh)