Soal Jenazah Pria di Ngawi yang Batal Dikubur dan Malah Diautopsi

Round-up

Soal Jenazah Pria di Ngawi yang Batal Dikubur dan Malah Diautopsi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Jul 2020 08:13 WIB
Jenazah pria di Ngawi batal dikuburkan karena mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Sebelum meninggal, pria itu sempat cekcok dengan sang adik.
Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama/Foto: Sugeng Harianto
Surabaya -

Jenazah pria di Ngawi batal dikuburkan karena mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Jenazah tersebut lalu diautopsi karena diduga ada kejanggalan.

Pria yang meninggal tersebut adalah Didik Sugianto (35). Ia merupakan warga Desa/Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.

"Jadi tadi dini hari saya diberi tahu warga yang memandikan jenazah. Katanya ada darah keluar dari hidung dan mulut. Saya ke lokasi untuk memastikan," ujar Kepala Desa Pangkur Suhardi saat dimintai konfirmasi wartawan di RSUD dr Soeroto, Ngawi, Sabtu (18/7/2020).

Karena ada kejanggalan itu, imbuh Suhadi, prosesi pemakaman pun dihentikan. Dia bersama warga sepakat melaporkan kejanggalan itu ke pihak berwajib.

"Awalnya keluarga minta agar terus dimakamkan. Tapi karena curiga, warga menunggu polisi datang. Tetangga juga terkejut," imbuhnya.

Suhardi mengatakan pihak kepolisian juga membawa adik kandung Didik berinisial DD ke Mapolres Ngawi. Namun Suhadi mengaku tidak mengetahui soal maksud polisi membawa adik korban.

"Tadi yang jelas adiknya dibawa polisi. Memang antara korban dan adiknya sering terlibat cekcok satu dengan yang lain," tambahnya.

Tonton video 'Duda Tewas Membusuk di Rumah, Jenazah Dievakuasi dengan Protokol Covid':