DPR Tak Bahas Omnibus Law, Massa di Kantor Gubernur Jatim Bubar

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 18:38 WIB
Massa tolak Omnibus Law berdemo di depan Kantor Gubernur Jatim dan sempat akan menginap. Namun akhirnya mereka bubar karena tidak ada pembahasan Omnibus Law di DPR.
Massa tolak Omnibus Law di depan Kantor Gubernur Jatim membubarkan diri/Foto: Esti Widiyana
Surabaya -

Massa tolak Omnibus Law berdemo di depan Kantor Gubernur Jatim dan sempat akan menginap. Namun akhirnya mereka bubar karena tidak ada pembahasan Omnibus Law di DPR.

Koordinator lapangan (korlap) tolak Omnibus Law Jatim, Doni Ariyanto mengatakan, targetnya DPR RI melakukan pembahasan pada tanggal 14-16 Juli. Makanya para buruh dan mahasiswa menggelar aksi.

"Memang dalam aksi kalau ada pembahasan kami akan menginap. Berhubung kita ada komunikasi dengan teman-teman di DPR RI bahwa hari ini tidak ada pembahasan terkait Omnibus Law, mereka hanya rapat tentang rencana reses," kata Doni di depan Kantor Gubernur Jatim, Kamis (16/7/2020).

Doni menambahkan, selama berkaitan dengan Omnibus Law, para buruh dan mahasiswa di Jatim akan mengawal. Hari ini tidak menginap karena tidak ada pembahasan Omnibus Law di DPR RI.

Nantinya, jika akan ada pembahasan lagi, mereka akan kembali menggelar demo tolak Omnibus Law. "Biasanya mereka itu satu minggu sebelum pasti kasih tahu. Kita rapatkan dan bikin aksi," tambahnya.

Menurut Doni, demo akan tetap dilakukan jika terdapat pembahasan antara pemerintah pusat dengan DPR RI. "DPR belum ada kepastian. Memang tuntutan kita diawal adalah menggagalkan pembahasan Omnibus Law. Pokoknya ndak dibahas," lanjutnya.

Terlepas dari itu, sebelum semuanya bubar, sejumlah pendemo sudah lebih dulu meninggalkan lokasi. Kebanyakan dari mereka yang pulang lebih awal merupakan mahasiswa. Salah seorang pendemo yang merupakan mahasiswa Malang, Arinova mengatakan, sempat terjadi perbedaan pendapat antarpendemo.

"Kayaknya tadi sempat ada konflik beda pendapat antara buruh dan mahasiswa. Makanya banyak yang pulang," kata Arianova.

Dengan bubarnya massa, Jalan Pahlawan pun kembali dibuka. Situasi jalan kembali normal seperti sedia kala. Kepolisian yang berjaga pun mulai meninggalkan lokasi, dan kawat berduri yang ada di depan Kantor Gubernur Jatim sudah dilepas.

(sun/bdh)