Gerombolan Goweser yang Keroyok Pelajar SMK Belum Ditangkap, Korban Kecewa

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 21:59 WIB
Pelajar SMK dikeroyok gerombolan pesepeda atau goweser di Mojokerto. Kini ayah korban angkat bicara dan meminta polisi segera meringkus para pelaku.
Korban pengeroyokan gerombolan goweser, Moch Firdaus (19)/Foto file: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Sembilan hari berlalu, namun polisi tak kunjung bisa meringkus gerombolan pesepeda (goweser) yang mengeroyok seorang pelajar SMK di Mojokerto. Kondisi ini membuat korban kecewa.

Aksi anarkis gerombolan goweser pada Senin (6/7) pagi itu terekam kamera CCTV SMK Raden Patah di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Rekaman video tersebut menjadi viral setelah diunggah ke medsos.

Korban pengeroyokan tersebut yakni Moch Firdaus (19), warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Firdaus merupakan siswa kelas XII di SMK Raden Patah. Dia baru lulus tahun ini.

Setelah 9 hari berlalu, Polsek Magersari belum mampu mengidentifikasi para pelaku. Sehingga sampai saat ini, para pesepeda tersebut bebas berkeliaran.

"Belum (meringkus para pelaku), karena kami masih kesulitan. Saksi-saksi tidak ada yang mengenali pelaku," kata Kapolsek Magersari Kompol M Sulkan saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/7/2020).

Sulkan mengaku telah meminta keterangan dari 6 saksi. Yaitu korban Firdaus, 2 keluarga korban dan 3 warga yang melihat korban dikeroyok oleh gerombolan goweser di simpang 3 SMK Raden Patah.

Selanjutnya
Halaman
1 2