Pekerja yang Keluar Masuk Surabaya Harus Punya Bukti Non-COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 15 Jul 2020 19:59 WIB
Wakil Sekertaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Irvan Widyanto
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto/Foto file: Esti Widiyana
Surabaya -

Pemkot Surabaya mengeluarkan revisi Perwali No 33 Tahun 2020 tentang new normal dari Perwali No 28 Tahun 2020. Salah satu isinya menerangkan, seluruh pekerja yang keluar masuk Surabaya harus berstatus non-COVID-19.

Para pekerja diminta menunjukkan hasil swab atau rapid test dengan hasil negatif yang berlaku selama 14 hari. Ketentuan itu terdapat pada Pasal 12 Poin 2 tentang pedoman pelaksanaan tatanan normal baru pada kondisi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), pada kegiatan bekerja di tempat kerja untuk karyawan atau pekerja.

"Rapid test itu kita sampaikan ke pelaku usaha untuk karyawan terutama yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Contohnya waiters, karyawan yang punya hubungan langsung dengan masyarakat untuk diwajibkan rapid test," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto di Kantor BPB Linmas, Rabu (15/7/2020).

"Misalnya, ketika saya pulang pergi dari Mojokerto ke Surabaya harus ada jaminan. Karena ketika pulang ke Mojokerto saya nggak tahu berhubungan dengan siapa saja. Sebab itu harus ada jaminannya lewat rapid test," tambahnya.

Tak hanya pekerja yang keluar masuk Kota Surabaya saja, yang akan dimintai hasil rapid test atau tes swab. Namun, semua orang dari daerah yang memiliki keperluan ke Surabaya harus menunjukkan hasil tes tersebut.

"Bukan hanya bekerja, siapa pun dari luar daerah yang akan masuk ke Surabaya akan diminta hasil rapid test," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2