Ini Protokol Kesehatan Penyembelihan Hewan Kurban di RPH Surabaya

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 19:31 WIB
rumah potong hewan surabaya
Rumah potong hewan Surabaya (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya telah menyiapkan protokol kesehatan. Perayaan Idul Adha tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena terjadi di masa pandemi COVID-19.

"Saat menyembelih, kita pakai masker, sarung tangan, face shield. Kita pakai APD cuman tidak seperti APD di rumah sakit supaya mempermudah dan mempercepat," kata Plt Dirut RPH Surabaya Niaga Bela Bima saat dihubungi detikcom, Selasa (14/7/2020).

Niaga mengatakan pihaknya sudah berkonsultasi ke Kemenag tentang penerapan protokol kesehatan. RPH juga bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk membuat protokol.

"Kita membatasi orang-orang yang potong di RPH kita arahkan ke hari tasyrik. Kan orang-orang ter-mindset potong kurban hari pertama saja. Padahal ada tiga hari sisa untuk potong. Untuk menghindari kerumunan yang keterlaluan," jelasnya.

Selain itu juga membatasi jumlah orang ketika menyembelih ternaknya. RPH membatasi hanya lima orang untuk bagian menguliti dan memecah karkasnya atau daging hewan yang sudah dipotong namun kepala dan kakinya sudah hilang.

"Kalau menyembelih ya protokolnya penyembelihan. Bedanya tidak didatangi oleh warga dan biasanya pemilik hewan datang sekeluarga tapi tahun ini kami minta hanya perwakilan saja," ujarnya.

Nantinya, akan ada lima sampai enam tim yang terdiri dari lima orang untuk penyembelihan dan pengarkasan. Sedangkan pencacahan dan pengemasan ada lima tim yang terdiri dari empat sampai lima orang.

"Sisanya ada orang puskesmas setempat, gugus tugas COVID di depan, kepolisian, dan TNI. Pemotongan juga ada jaraknya tiga meter, kita ada 32 sekat," kata dia.

Untuk masyarakat yang ingin melihat dapat melalui daring di ruang tunggu. RPH telah menyiapkan ruangan untuk keluarga pemilik hewan kurban.

"Nanti kita ada ruang tunggu yang nanti ada layarnya bisa semi-semi daring gitu lihat sapi disembelih. Ada juga nanti kita sediakan. Tinggal ditampilkan aja sapinya siapa nanti ada yang nyuting antara di ruang tunggu dan di ruang potong. Jumlahnya ya secukupnya itu kita batasi juga pakai physical distancing," pungkasnya.

(iwd/iwd)