Hewan Kurban di Surabaya yang Lolos Pemeriksaan Kesehatan Diberi Gelang Stiker

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 15:24 WIB
hewan kurban di surabaya
Sapi kurban yang sehat diberi gelang stiker (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Menjelang hari raya Idul Adha, Pemkot Surabaya melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban. Pengecekan dilakukan di tempat penjual hewan di Surabaya.

Salah satunya di tempat penjualan hewan di Jalan Mayjen Sungkono. Di tempat tersebut, petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memeriksa kesehatan sapi kurban.

Pengecekan dilakukan satu persatu pada tubuh sapi. Pengeceken kesehatan sendiri meliputi kesehatan mata, lidah, gigi serta fisik luar sapi apakah ditemukan cacat fisik atau tidak. Sapi yang dinyatakan lulus pemeriksaan akan diberi tanda berupa gelang stiker jika sudah diperiksa.

Namun, pada pemeriksaan kali ini, petugas menekankan pada protap protokol kesehatan kepada pembeli. Pembeli yang datang diwajibkan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh penjual.

Kasi Pengembangan Usaha Peternakan DKPP Gagat Rahino mengatakan jika protapnya seperti biasa, pemeriksaan sebelum dipotong, di tempat-tempat penjualan hewan kurban di seluruh Kota Surabaya.

"jadi kita lima tim yang ditugaskan memeriksa seluruh area di Surabaya," kata Gagat kepada wartawan dilokasi pemeriksaan, Senin (13/7/2020).

Gagat menambahkan pemeriksaan pada sapi-sapi yang akan dijadikan hewan kurban yakni terkait asal asul sapi, apakah sapi tersebut dari wilayah pandemi antraks atau tidak.

"Dianjurkan ambil hewan dari wilayah Jatim saja. Jangan yang dari luar pulau atau luar Provinsi seperti Jateng yang dulu pernah ada Anthrax," ungkap Gagat.

Selanjutnya pihak DKKP melakukan pemeriksaa ulang mulai dari pemeriksaan antemortema atau pemeriksaan kesehatan dari tampak luar.

"Pengalaman yang sudah kita lakukan, dari selaput lendir mata apakah merah sekali atau merah muda, atau pucat. Yang bagus kan yang merah muda, kalau yang merah sekali mungkin ada sakit, kalau pucat itu kurang darah, bisa saja ada cacing," ungkap Gagat.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan 70 ekor sapi di Jalan Mayjen Sungkono tidak ditemukan sapi yang sakit atau tidak layak dijadikan hewan kurban.

"Jadi kami lihat semua tadi dari pemeriksaan sehat semua," tandas Gagat.

Tonton video 'Salat Idul Adha dan Sembelih Kurban Boleh, Tapi Ada Pengecualian':

(iwd/iwd)