Sebuah Rumah Karaoke di Banyuwangi Ditutup Paksa, Ini Sebabnya

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 12:59 WIB
karaoke di banyuwangi ditutup
Sebuah rumah karaoke di Banyuwangi ditutup (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Satuan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Banyuwangi menutup paksa sebuah rumah karaoke di Banyuwangi. Rumah karaoke terbesar di kota Banyuwangi ini terpaksa ditutup karena tidak mempunyai stiker sertifikat operasional di tengah era Normal Baru. Sementara evaluasi protokol kesehatan juga terus dilakukan di sejumlah warung, toko, dan kafe.

"Penutupan ini sekaligus ingin menegaskan bahwa dalam penegakan protokol kesehatan kami tidak tebang pilih. Siapapun yang melanggar, tetap kami tindak," ujar M. Yanuarto Bramuda Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi kepada detikcom, Selasa (14/7/2020).

Penerapan protokol kesehatan di rumah karaoke sudah disepakati oleh berbagai pihak, termasuk manajemen dan pemilik tempat hiburan. Salah satunya adalah selama simulasi, tidak menjual room, namun diperbolehkan menjual makanan dan minuman.

karaoke di banyuwangi ditutupFoto: Ardian Fanani

"Yang parah adalah tidak melakukan SOP protokol kesehatan. Seperti harus pakai sarung tangan, mic diberi bungkus pengaman dan sebagian petugas tidak bermasker," tambah pria yang biasa disapa Bram ini.

Bram mengingatkan para pemilik rumah karaoke untuk bersabar menunggu evaluasi ini. Karena saat ini masih dilakukan evaluasi. Selanjutnya, bagi rumah karaoke yang sudah mendapatkan tanda sertifikat, baru bisa diperbolehkan menjual room.

"Usai pertemuan kita berita waktu hingga seminggu untuk perbaikan. Makanya kita harap ini dipatuhi," tambahnya.

Monitoring dan evaluasi atau Movev penerapan Protokol Kesehatan semalam dilakukan di Conato, Warung Loji, Pesona, bersama Asisten Perekonomian & Pembangunan, Kadis Pertanian, Kepala DLH, Sek Disbudpar, Kepala Diskop UM & Perdagangan, Kasatpol PP. Dalam Monev ini minim ditemukan pelanggaran, hanya perlu pembinaan pengurangan kursi ditanda silang.

"Tidak semua di tutup, ketika kita evaluasi dan pengelola warung, rumah makan dan cafe secara tertib menerapkan protokol kesehatan. Hanya ada koreksi sedikit, misalnya di tempat meja yang sudah disilang kita ambil saja kursinya untuk disimpan di gudangnya, agar tidak diduduki tamunya," pungkas Bram.

(iwd/iwd)