Masih Banyak Karaoke di Banyuwangi Belum Terapkan Protokol Kesehatan

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 21:13 WIB
stiker karaoke di banyuwangi
Karaoke yang menerapkan protokol kesehatan akan ditempel stiker (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Banyuwangi menemukan banyak pelanggaran pada masa simulasi pembukaan tempat hiburan atau rumah karaoke. Pelanggaran yang terjadi mulai pelanggaran Perda hingga pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan.

Dari belasan tempat hiburan, sejauh ini masih tercatat 4 rumah karaoke yang sudah layak mendapatkan izin melakukan uji coba atau simulasi pembukaan.

"Berdasarkan hasil sidak keliling, sejauh ini yang bagus itu ada empat. Yakni Mascot, QQ, Suka Suka, dan Fun Fun. Sisanya masih belum sempurna, masih ditemukan catatan pelanggaran," kata Kadisbudpar Banyuwangi MY Bramuda kepada detikcom, Selasa (7/7/2020).

Adapun pelanggaran yang masih sering ditemukan yakni berupa pelanggaran terhadap Peraturan Daerah dan SOP kesehatan.

"Contohnya lampu remang-remang, jendela sudah transparan tapi ditutupi tirai. Juga banyak yang tidak bermasker dan mic tidak diberikan sarung," jelas Bramuda.

Selama dilakukan inspeksi, masih banyak juga menemukan petugas yang tidak memakai alat standar perlindungan diri. Begitu juga dengan banyaknya fenomena pemandu lagu yang masih melanggar aturan new normal yang sudah ditentukan.

"Untuk itu kita terus lakukan pembinaan. Bagi yang masih melanggar kita beri waktu hingga hari Senin (13/7/2020) depan," kata Bramuda.

Hingga batas waktu ditentukan, bila masih didapati tempat hiburan yang melanggar maka bisa dikenakan sanksi berupa penutupan bahkan pencabutan izin.

"Bila tidak diperbaiki konsekuensinya kita tutup. Kalau yang bagus ada reward-nya berupa perpanjangan masa simulasi atau uji coba ini," katanya.

Selama masa simulasi ini, menurut Bramuda, pengelola tidak menjual room. Roomnya harus gratis. Yang dijual adalah pelayanan dan makanan restonya. Pengunjung hanya membayar makan dan minumnya.

Nantinya, untuk tempat karaoke yang sudah melaksanakan SOP protokol kesehatan dan tidak melanggar perda akan mendapatkan stiker sebagai tanda telah lulus verifikasi SOP protokol Kesehatan dan sesuai amanat Perda. Namun jika masih ada salah satu yang dilanggar baik itu SOP protokol Kesehatan maupun Perda maka tidak akan mendapatkan stiker.

"Kalau tidak ada ini (stiker) berarti dia ilegal. Meskipun izinnya ada. Tapi masih ada pelangggaran antara SOP protokol Kesehatan atau Perda. Kalau setelah punya (stiker) kemudian melanggar bisa dicabut," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pengusaha Hiburan Banyuwangi Fafan Luika mengaku siap menaati aturan yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Banyuwangi. Pihaknya meminta kepada rumah karaoke di Banyuwangi untuk mematuhi hal tersebut. Pihaknya meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Banyuwangi untuk tegas dalam memberikan sanksi kepada rumah karaoke yang bandel buka tanpa mengindahkan aturan perda dan protokol kesehatan.

"Harus ada sanksi tegas dari gugus tugas untuk rumah karaoke yang nekat buka. Saya mendukung keseriusan Gugus Tugas agar semua selamat dan tak tertular COVID-19," ujarnya.

(iwd/iwd)