Tak Pakai Masker di Kota Mojokerto, Siap-siap Bayar Denda Rp 200 Ribu

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 18:47 WIB
new normal mojokerto
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Tatanan kehidupan baru (new normal life) mulai diterapkan di Kota Mojokerto. Sanksi tegas pun disiapkan bagi warga Kota Onde-onde yang nekat tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sanksi tersebut diatur dalam pasal 48 Peraturan Wali Kota (Perwali) Mojokerto nomor 55 tahun 2020 yang merupakan perubahan Perwali nomor 47 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi COVID-19 di Kota Mojokerto.

Ayat 3 pasal 48 ini mengatur sanksi berupa kerja sosial membersihkan fasilitas umum atau denda administratif Rp 200.000. Hukuman tersebut bakal diberikan kepada setiap warga Kota Mojokerto yang nekat tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Pemberian sanksi oleh Satpol PP dan dapat didampingi oleh kepolisian," kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (10/7/2020).

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini menjelaskan, Perwali yang baru disahkan 7 Juli lalu juga mengatur pembatasan kapasitas ruangan di tempat usaha. Dalam pasal 13 disebutkan kapasitas ruangan maksimal 30 persen.

Sedangkan bagi para pendatang, wajib membawa hasil rapid test nonreaktif atau hasil tes swab negatif Corona untuk bisa masuk ke Kota Mojokerto.

"Bagi para pelaku usaha bila melanggar, sanksinya berupa tindakan paksa. Seperti pembatasan kegiatan usaha, penutupan sementara dan pembubaran kegiatan," tegas Ning Ita.

Ning Ita menambahkan, masa sosialisasi pedoman new normal di Kota Mojokerto diperpanjang selama 2 pekan ke depan. Salah satunya dengan memanfaatkan kampung tangguh yang sudah dibentuk di 18 kelurahan.

"Sosialisasi juga akan terus kami lakukan, seperti pemasangan baliho dengan konten yang singkat dan menarik, serta himbauan dalam bentuk rekaman suara," tandasnya.

(iwd/iwd)