Round-Up

Penghujung Juni yang Menyedihkan Bagi Via Vallen

Suparno - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 11:38 WIB
Mobil Alphard warna putih milik Via Vallen terbakar. Mobil bernopol W 1 VV itu diduga dibakar orang tak dikenal sekitar pukul 03.20 WIB, Selasa (30/6/2020).
Kondisi mobil Via Vallen setelah terbakar (Foto: Suparno)
Sidoarjo -

Penghujung Juni kemarin menjadi akhir bulan yang menyedihkan bagi Via Vallen. Mobil Toyota Alphard kesayangannya dibakar orang yang diketahui adalah penggemarnya.

Subuh itu, Selasa (30/6), mobil Alphard-nya yang berwarna putih terbakar hebat. Mobil itu diparkir di samping rumahnya di Kalitengah Selatan, Tanggulangin, Sidoarjo.

Seorang pria pembakar mobilnya akhirnya tertangkap. Pria bernama Pije itu segera dibawa ke kantor polisi. Pria warga Medan itu mengaku seorang vyanisty alias fans berat Via Vallen. Motif pembakaran adalah sakit hati gegara tak bisa bertemu Via Vallen.

"Pelaku hanya ingin ketemu dengan Via karena ia salah satu fans beratnya. Pelaku menginginkan untuk bisa bertemu dan bertatap muka, tetapi tak (berhasil) bertemu," ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji kepada wartawan usai upacara HUT ke-74 Bhayangkara di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (1/7/2020).

Mobil Alphard warna putih milik Via Vallen terbakar. Mobil bernopol W 1 VV itu diduga dibakar orang tak dikenal sekitar pukul 03.20 WIB, Selasa (30/6/2020).Foto: Suparno

Sumardji mengatakan sakit hati pelaku terjadi karena selain gagal bertemu dengan Via Vallen, ia juga merasa mendapat hinaan dari seseorang di rumah Via Vallen.

"Ada yang menemui tapi dengan mengucapkan hal-hal yang menurut pelaku tidak mengenakkan di hati. Contohnya kamu kotor, pakaianmu lusuh. Pelaku merasa jauh-jauh dari Cikarang hanya untuk bertemu Via, tetapi tidak bisa ketemu," kata Sumardji.

Sumardji menyebut pelaku terancam hukuman 12 tahun penjara sesuai pasal yang dijeratkan kepadanya.

"Pelaku akan di jerat pasal 187 ayat 1 KUHP tentang pembakaran. Ancamannya 12 tahun penjara," kata Sumardji.

Mobil Alphard warna putih milik Via Vallen terbakar. Mobil bernopol W 1 VV itu diduga dibakar orang tak dikenal sekitar pukul 03.20 WIB, Selasa (30/6/2020).Foto: Suparno

Apakah perbuatan pelaku direncanakan? Sumardji mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku perbuatan itu dilakukan secara spontan.

"Menurut pengakuan pelaku, dilakukan secara spontan," kata Sumardji.

Namun fakta di lapangan berkata lain karena polisi menemukan botol air mineral berbau bensin di tas yang dibawa pelaku. Bensin itulah yang diduga digunakan untuk membakar mobil Via Vallen. Belum diketahui dari mana bensin tersebut didapatkan.

Sebelum melakukan pembakaran, pelaku juga sempat mencorat-coret tembok rumah Via Vallen dengan spidol. Tulisan itu bernada ancaman karena ada kata mati dalam tulisan itu.

Tulisan tersebut berbunyi 'KIBUS ADA, ADA G K KSH HAK KU, PIJE PERSA 98 PIJE 97 MATI KALIAN BANG'.

(iwd/iwd)